Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kurir Sabu Ditangkap saat Berputar-putar Naik Motor Mencari Pemesan di Jalan Gabek Pangkalpinang

Agus Andri Kurnia, mungkin tak pernah mengira gerak - geriknya sebagai kurir sabu diawasi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Babel.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
ist / Polres Bangka Selatan
Ilustrasi barang bukti sabu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Agus Andri Kurnia, mungkin tak pernah mengira gerak - geriknya sebagai kurir sabu diawasi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Babel.

Andri sapaan akrab Agus Andri Kurnia, diciduk polisi ketika sedang berputar- putar menggunakan sepeda motor mencari pemesan sabu di Jalan Cendrawasih RT/ RW 001/001 Kelurahan Air Salemba Kecamatan Gabek Pangkalpinang, (3/10/2021) lalu.

Dari tangan Andri, polisi menyita  barang bukti 1 (satu) paket sabu yang dibuang Terdakwa dan 1 (satu) unit Handpone Nokia warna hitam dan 1 (satu) unit Handpone Strawbery warna hitam.

Tak sampai di situ, saat  pengembangan dari kediamannya, di jalan Bukit Manggis Dalam,
Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, polisi kembali menemukan 17 paket sabu siap edar dan satu timbangan digital.

Semula, ada perbedaan keterangan Antara terdakwa Andri dan saksi anggota Direktorat Narkoba Polda Babel yang melakukan penangkapan.

Dimana, saksi yang dihadirkan JPU Kejati Babel Rizaldi, menyebut terdakwa ditangkap saat menunggu pemesan sabu di tepi jalan.

"Yang bersangkutan kami amankan saat menunggu pembeli dipinggir jalan yang mulia," kata seorang saksi anggota Direktorat Narkoba Polda Babel, melalui virtual pada sidang agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Senin (18/10/2021)

Namun, berbeda dengan keterangan terdakwa, yang menyebut dirinya ditangkap saat tengah berputar- putar mencari pemesan sabu menggunakan sepeda motor.

"Saya ditangkap waktu lagi muter - muter nungguin pemesan sesuai arahan dan perintah dari teman bernama Sangkut. Waktu ditangkap saya lagi di atas motor," kata Andri.

Di hadapan ketua majelis Hakim, Siti Hajar Siregar, terdakwa Andri mengaku tidak mengenal sang bandar bernama Sangkut. Keduanya hanya berhubungan melalui sambungan telepon.

"Saya tidak kenal dengan Sangkut, hanya komunikasi via telepon saja, tidak pernah ketemu. Untuk penjualan sesuai arahan Sangkut, saya hanya mengantarkan. Tiap trip dapat upah lima ratus ribu," klaim Andri.

(Bangkapos.com/ Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved