Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sempat Kosong, Vaksin DPT Petanbio untuk Bayi Sudah Tersedia di Puskesmas di Pangkalpinang

Vaksin DPT yang sempat mengalami kelangkaan atau kosong pada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Pangkalpinang kini sudah tersedia kembali.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Shutterstock
Ilustrasi, Vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT) yang disubsidi pemerintah, yang sempat mengalami kelangkaan atau kosong pada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Pangkalpinang kini sudah tersedia kembali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT) yang disubsidi pemerintah, yang sempat mengalami kelangkaan atau kosong pada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Pangkalpinang kini sudah tersedia kembali.

Vaksin DPT yang menjadi satu di antara vaksin wajib untuk imunisasi anak itu sudah bisa didapatkan di semua Puskesmas di Kota Pangkalpinang.

Demikian hal tersebut diungkapkan Kabid pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Della Rianadita, kata Della saat ini tersedia 2.500 dosis stok vaksin DPT merek Petanbio untuk bayi yang tersebar di Puskesmas, dan 2.500 dosisnya masih tersimpan di gudang penyimpanan vaksin.

"Kemarin yang sempat mengalami kekosongan itu vaksin DPT untuk bayi dan vaksin BCG untuk mencegah TBC. Kedua kini sudah tersedia lagi di Puskesmas mulai hari ini, semua masyarakat yang kemarin mencari-cari sekarang sudah bisa melanjutkan vaksinya," ungkap Della kepada Bangkapos.com, Senin (18/10/2021).

Della menyebut, untuk vaksin BCG mencegah TBC saat ini tersedia 6000 dosis.

Menurutnya, untuk anak-anak yang kemarin sempat kelewatan mendapatkan vaksin DPT dapat kembali dilanjutkan, tak masalah sudah lebih dari 2-5 bulan.

"Rentang usia bayi yang menerima vaksin DPT itu sebenernya memang 2-5 bulan, tapi ini tidak masalah kalau sudah ada keterlambatan bisa kembali dilanjutkan oleh para orangtua. Kalaupun lewat satu tahun tetap saja diberikan haknya, jadi penjadwalannya mundur," jelasnya.

Kata Della, sempat terjadi kekosongan tersebut lantaran ada keterlambatan pengambilan stok dari Dinas Kesehatan Provinsi.

Baca juga: Taufik Hidayat Marah Besar Setelah Indonesia Rebut Piala Thomas, Sampai Bilang Bikin Malu Negara

Baca juga: Inilah Sumpah Serapah Inul Daratista pada Rhoma Irama, Kini Istri Adam Bongkar Rahasia Hidupnya

Baca juga: Video Gisel Goyang Pakai Ini di Kolam Renang, Warganet Sebut Mirip dengan Video Kemarin

"Jadi kemarin langsung kami datangi ke pusat Kementrian Kesehatan bagian imunisasi sebenarnya bukan terjadi kekosongan tetapi keterlambatan pengambilan stok dari provinsi ke pusat. Akhirnya kami jemput langsung dan sudah tersedia kembali," bebernya.

"Dengan kembali tersedianya vaksin DPT dan BCG, masyarakat khususnya bagi bayi dan balita sudah bisa kembali mendapatkan layanan vaksinasi rutin DPT maupun BCG kembali secara normal tanpa harus menunggu ketersediaan stok vaksin," tambah Della.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved