Breaking News:

Berita Pangkapinang

DPRD Babel Akan Rampungkan 4 Raperda Pada Akhir Tahun 2021

Ketua Bapemperda DPRD Bangka Belitung, Nico Plamonia Utama mengatakan akan merampungkan 4 rancangan peraturan daerah pada akhir tahun 2021.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bangka Belitung, Nico Plamonia Utama. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bangka Belitung, Nico Plamonia Utama mengatakan akan merampungkan empat rancangan peraturan daerah (raperda) pada akhir tahun 2021.

Adapun empat raperda tersebut terdiri dari tiga raperda inisiatif DPRD Babel meliputi:

1. Tentang Keanekaragaman Hayati,
2. Raperda tentang Pengendalian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,
3. Raperda tentang Rencana Induk usaha Perikanan Budidaya.

Serta ada satu raperda yang diinisiasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Raperda tentang penambahan modal Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada PT Jamkrida Babel.

"Tiga raperda inisiatif dan satu dari eksekutif akan kita mulai jalankan bulan depan. Akan selesai akhir tahun 2021, selesai pembahasan ditargetkan akhir november, sedangkan paripurna pada bulan Desember 2021," katanya.

Namun, disebutkan ada lagi satu raperda dari eksekutif yang belum dapat dibahas dan akan dialihkan tahun 2022 yakni mengenai raperda tempat pembuangan akhir (TPA) regional.

"Kemungkinan yang raperda TPA regional diluncurkan tahun 2022, sebenarnya bukan hanya diundur tahun ini, tapi tak kelar-kelar dari kemarin. Alasannya eksekutif, mereka tidak mau mengajukan kepada mereka karena belum ada lokasi, jadi belum jelas," katanya.

Dia menjelaskan, ada ada dua TPA regional nantinya yakni TPA di Bangka dan TPA di Belitung.

"Di Belitung sudah ada tempatnya, di kita ini di RTRW kita, bahwa TPA ini adanya di Bangka Tengah, informasinya masyarakat belum setuju, kita dari pihak regulasi, kita tidak bicara teknis, regulasinya dulu, kalau mereka tidak siap, kita alihkan ke daerah lain, kalau Pangkalpinang tidak memungkinkan karena wilayah kota terlalu kecil," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved