Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Aktivitas Tambang Timah Ilegal Ditertibkan, Masyarakat Minta Polisi Sering Razia

Pria yang berumur hampir satu abad ini mengaku resah akan aktivitas pertambangan pasir timah tersebut karena para penambang tak tahu waktu

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Petugas kepolisian dari Polres Pangkalpinang saat mengevakuasi alat-alat tambang timah yang disembunyikan di samping rumah warga di kawasan Jembatan 12, Pangkalpinang, Kamis (21/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Samat (90) warga Kelurahan Kacang Pedang, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mengaku senang aktivitas pertambangan timah ilegal di depan rumahnya ditertibkan oleh pihak kepolisian.

Bagaimana tidak, pria yang berumur hampir satu abad ini mengaku resah akan aktivitas pertambangan pasir timah tersebut karena para penambang tak tahu waktu dalam bekerja.

Bahkan para penambang terkadang bekerja sampai larut malam hingga menjelang pagi, yang tentunya juga mengganggu jam istirahatnya.

Apalagi jarak rumahnya dengan tempat penambang kurang lebih berjarak 100 langkah kaki orang dewasa.

"Syukurlah kalau diangkat. Senang kami karena enggak berisik lagi mereka juga kerja siang-malam," kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (21/10/2021).

Samat menyebut, aktivitas tambang timah ilegal di Kolong Retensi Kacang Pedang sudah berlangsung sejak 10 hari terakhir.

Selama itu juga, tidak ada warga sekitar yang berani menegur para penambang lantaran takut terjadi konflik.

"Belum ada sebulan, kalau 10 hari mungkin lebih," bebernya.

Oleh karenanya, dengan penertiban tambang timah Ilegal yang dilakukan oleh Personel Polres Pangkalpinang ia mengaku sedikit lega. Karena setidaknya dengan penertiban tersebut dapat membuat para penambang jera.

"Semoga tidak ada aktivitas tambang lagi, kalau istirahat saya sering terganggu suara mesin," ucap Samat.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved