Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

APBD Kabupaten Bangka Tahun 2022 Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya, Fokus pada Penanganan Covid-19  

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka menggelar Rapat Paripurna penyampaian nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belan

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Rapat paripurna tentang penyampaian Nota Keuangan dan RAPBD tahun anggaran 2022, Kamis (21/10/2021). (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka menggelar Rapat Paripurna penyampaian nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2021.

Rapat Paripurna tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, perwakilan Forkopminda Kabupaten Bangka, sejumlah Kepala OPD di Pemkab Bangka dan masih banyak lagi, Kamis (21/10/2021) di ruang paripurna Kantor DPRD Kabupaten Bangka.

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar menyebutkan bahwa rapat paripurna kali ini membahas tentang penyampaian Nota Keuangan dan RAPBD Kabupaten Bangka Tahun Anggaran 2022.

"Ini merupakan tindak lanjut dari paripurna sebelumnya tentang penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPS) beberapa waktu lalu," kata Iskandar.

Menurutnya, sampai saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir sehingga ditahun 2022 mendatang akan terus dihadapkan pada ketidakpastian.

"Oleh karena itu, APBD tahun 2022 harus responsif dan elektibel dalam merespon ketidakpastian tersebut," ujarnya.

Kendati begitu, pemerintah daerah harus tetap optimisme dan kehati-hatian dalam penggunaan APBD tahun anggaran 2022.

"Dengan demikian, diharapkan pemerintah daerah dapat mencapai percepatan dan pertumbuhan ekonomi serta iklim investasi di tengah pandemi ini sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengindikasikan bahwa prospek pada tahun 2022 nanti masih menunjukan sinyal ketidakpastian dalam konteks fiskal.

"Resiko ketidakpastian perkembangan Covid-19 masih menjadi faktor yang harus diantisipasi di Tahun 2022 ini," kata Syahbudin.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved