Breaking News:

Pilihan Hidup Sehat di Tangan Perokok Aktif

MANGGAR –Seseorang yang merokok di dekat orang lain terlebih keluarganya merupakan orang yang egois, karena efek yang ditimbulkan berpotensi buruk bag

Editor: Fery Laskari
Diskominfo Babel
Acara kegiatan Penggerakan Germas Berkala Berkesinambungan di Semua Tatanan Tahun 2021 di Cafe Vega, Manggar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (21/10/2021). 

BANGKAPOS.COM , BELITUNG –Seseorang yang merokok di dekat orang lain terlebih keluarganya merupakan orang yang egois, karena efek yang ditimbulkan berpotensi buruk bagi kesehatan dirinya dan orang lain. Asap rokok mengandung banyak bahan kimia, diantaranya banyak zat beracun, bila terpapar dalam jangka waktu lama, maka berisiko penyakit berat hingga kematian.

"Ketika seseorang merokok, maka dia menjadi orang paling egois," ungkap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi atas satu poin penting sebagai peran masyarakat, individu, maupun keluarga dalam mempraktikkan pola hidup sehat sehari-hari.

Membangun daerah melalui gerakan masyarakat hidup sehat sudah menjadi tanggung jawab Melati Erzaldi, sejak dideklarasikan sebagai Bunda Germas pada Oktober 2021. Dirinya harus mengampanyekan cara hidup sehat, agar masyarakat bisa tahu dan paham.

“Berjuanglah agar sehat, bahwa seseorang yang sehat, akan lebih produktif untuk berinovasi dan berkreasi. Karena jika hidup sehat diterapkan mulai dari individu maka sangat memiliki peran terhadap keluarga dan lingkungan untuk hidup sehat,” ungkapnya.

Hal ini disampaikan pada kegiatan Penggerakan Germas Berkala Berkesinambungan di Semua Tatanan Tahun 2021 di Cafe Vega, Manggar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (21/10/2021). Sebelumnya, kegiatan ini telah dilaksanakan dibeberapa kebupaten lain, yang bertujuan untuk menyosialisasikan tentang cara pola hidup sehat menjadi karekter individu, keluarga dan lingkungan.

"Kalaupun seseorang punya uang banyak, hidup mewah, punya jabatan tinggi dan sebagainya, tetapi tidak sehat, tentunya tidak ada yang mau," ungkapnya.

Ketua TP-PKK Belitung Timur, Purwenda Puspitasari membuka kegiatan ini. Didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Belitung Timur dan Perwakilan Bappeda Belitung Timur dan 25 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Perangkat Daerah Kabupaten Belitung Timur dan beberapa organisasi masyarakat.

Germas menjadi wadah untuk menyampaikan edukasi hidup sehat. Bunda Melati Erzaldi berpesan kepada para peserta untuk menyampaikan kembali pesan yang disampaikannya kepada lingkungan terdekat Bunda Germas. Karena lingkungan juga mempunyai peran penting untuk menjalankan hidup sehat.

"Karena ini sangat penting bagi hidup kita, kita harus meningkatkan perilaku-perilaku hidup sehat," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, deteksi penyakit sedini mungkin harus dilakukan secara berkala, setidaknya per 6 bulan sekali. Dengan melakukan deteksi dini, maka gejala dan kemungkinan potensi penyakit akan diketahui lebih cepat. Sehingga, penanganan dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Penyakit yang dialami seseorang sangat berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Terakhir, tentang pentingnya olahraga. Bunda Melati mengingatkan kepada masyarakat melalui Kader Kesehatan Remaja Belitung Timur yang hadir, untuk memulai dan membiasakan diri melakukan olahraga secara rutin.

"Nikmat sehat jika diambil sedikit saja, pasti akan mempengaruhi kualitas hidup kita," katanya.

Bunda Melati berharap, setelah mendapatkan informasi tentang hidup sehat, para peserta akan menerapkannya dimulai dari diri sendiri dan keluarga, hingga menjadi karakter yang melekat.

"Karena keluarga adalah bagian kecil dari suatu negara. Jadi keluarga harus diberikan informasi juga, agar hidup menjadi sehat," katanya. (*)

Penulis: Nona dp
Foto: Iyas Zi
Editor: Natasya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved