Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Defisit Anggaran 2022 Diperkirakan Rp90 Miliar Wali Kota Sebut Akan Cari Sumber Pendapatan Potensial

Anggaran belanja langsung dan tidak langsunya kita atur supaya tidak kolabs, salah satunya kita akan mencari sumber-sumber pendapatan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Usai Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) tahun anggaran 2022 ditetapkan, defisit anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang diperkirakan sebesar Rp 98,8 Miliar.

Dengan demikian Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil menyebut, ia akan berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agat tidak terjadi kolabs.

"Anggaran belanja langsung dan tidak langsunya kita atur supaya tidak kolabs, salah satunya kita akan mencari sumber-sumber pendapatan yang potensial dan memaksimalkan potensi-potensi itu," ujar Molen panggilan akrab Maulan Aklil kepada Bangkapos.com, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Istri di Toboali Digauli Sebelum Dicekik hingga Tewas, Terkuak Rafly Kerap Nyabu, Ini Lengkapnya!

Baca juga: Bengis, Rafly Membunuh Ella Andini dengan Mencekik Leher Istrinya saat Tidur Bersama

Baca juga: Koin Rp 500 Gambar Bunga Melati Bisa Ditukar Rp 750 Ribu, Begini Kata Bank Indonesia

Menurutnya, dengan seperti itu bisa menutupi defisit anggaran tahun 2022 di Kota Pangkalpinang.

Diakui Molen, untuk porsi APBD tahun 2022 sendiri masih tidak beda jauh dengan tahun 2021, dimana harus tetap mengetatkan ikat pinggang.

"Tapi bukan hanya kita yang mengalami ini seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia mengalami hal yang sama, tapi mudah-mudahan tidak lebih parah dari tahun 2021 kita akan kerja keras mengejar kekurangan dan menutupi itu," tegasnya.

Molen mengatakan, adapun prioritas pembangunan Kota Pangkalpinang dalam KUA dan PPAS Tahun 2022 ini adalah peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat, optimalisasi peningkatan pajak dan retribusi.

Pengembangan potensi wisata daerah, perwujudan kemudahan investasi untuk pengembangan sektor industri dan perdagangan, peningkatan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat, dan penanggulangan banjir.

"Untuk mewujudkan prioritas pembangunan Kota Pangkalpinang tersebut, diperlukan sumber pendanaan, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan cermin kemandirian daerah dan penerimaan murni daerah yang menjadi modal utama bagi daerah untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan," sebut Molen.

Kata Molen, mengingat dana transfer pusat mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, pihaknya harus bisa menggali dan menghimpun potensi pendapatan daerah tersebut.

"Kebijakan pendapatan daerah Kota Pangkalpinang tahun anggaran 2022 diarahkan melalui optimalisasi sumber-sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah seperti pajak dan retribusi daerah, pendayagunaan aset daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan," sebutnya.

"Mendatangkan pendapatan daerah melalui retribusi atau pelaksanaan pemungutan pajak dilakukan secara modern dan humanis serta meningkatkan kerjasama dan sinergi dengan pihak terkait dalam rangka optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah," tambahnya.

Tak hanya itu, Molen menuturkan program dan kegiatan untuk penguatan ketahanan ekonomi daerah dimasa dan pasca pandemi Covid-19, kegiatan yang mendukung peningkatan PAD terutama pada pajak dan retribusi, pengelolaan destinasi wisata.

"Penyediaan sarana distribusi perdagangan dengan melakukan penataan pasar, serta pembangunan prasarana untuk peribadatan dalam rangka meningkatkan ketakwaan masyarakat yaitu pembangunan Masjid Agung Kubah Timah yang direncanakan dengan penganggaran tahun jamak (multi years) serta penanggulangan banjir," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved