Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Geliat Investasi di Pangkalpinang Untuk Siapa? Ini Kata Mereka

Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mencatat,  geli

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Tangkapan layar para bintang tamu Ngobrol Bareng Politisi 2021 atau Ngopi 24 dengan tema ‘Geliat Investasi di PGK Untuk Siapa?’ di Hotel Santika Bangka bersama Kepala DPMPTSP dan Naker Kota Pangkalpinang Yan Rizana, Wakil Ketua II DPRD Kota Pangkalpinang, Djubaidah, Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, Ahmad Amir, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi serta Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pangkalpinang, Ermawi, Jumat (22/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mencatat,  geliat investasi di ibu kota provinsi ini sejak dua tahun terakhir terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan data, di tahun 2019 investasi yang masuk berkisar Rp1,2 triliun, kemudian di tahun 2020 naik Rp8 miliar menjadi Rp2 triliun. Sampai pada tahun 2021 sampai bulan juli sudah mencapai Rp1,7 triliun dan kemungkinan hal itu akan terus bertambah.

Demikian yang dikatakan Kepala DPMPTSP dan Naker Kota Pangkalpinang Yan Rizana saat menjadi bintang tamu di acara Ngobrol Bareng Politisi 2021 atau Ngopi 24 dengan tema ‘Geliat Investasi di PGK Untuk Siapa?’ di Hotel Santika Bangka bersama Wakil Ketua II DPRD Kota Pangkalpinang, Djubaidah, Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, Ahmad Amir, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi serta Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pangkalpinang, Ermawi, Jumat (22/10/2021).

“Kalau kita melihat disini ada tren kenaikan dari segi investasi. Sedangkan kita tahu pandemi Covid-19 ini sudah berlangsung hampir dua tahun. Artinya jika kita melihat dari nilai catatan seperti ini tentunya pademi tidak mempengaruhi nilai investasi di Kota Pangkalpinang,” kata dia.

Yan membeberkan, ada beberapa sektor investasi yang menjadi unggulan di Kota Pangkalpinang dimana yang pertama adalah sektor perdagangan dan jasa. Kemudian disusul sektor pariwisata dan perikanan. Akan tetapi, investasi yang dominan berada di sektor perdagangan.

Hal ini tentunya tidak lepas dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang menjadi faktor utama. Yang mana semakin tinggi nilai investasi suatu wilayah, akan meningkatkan perputaran uang atau modal di daerah itu.

“Dengan seperti itu dampaknya adalah produktivitas semakin tinggi. Selain itu terakhir lapangan kerja, dengan adanya undang-undang cipta kerja yang sudah diresmikan diresmikan tahun 2021 kemarin memang benar-benar mendukung dengan kedatangan investasi,” beber Yan.

Lalu kemudahan penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Sistem Online Single Submission atau OSS RBA, juga turut mendukung investasi yang masuk ke Pangkalpinang. Ini tentunya memberikan kemudahan dalam berusaha karena didukung dengan penyederhanaan perizinan.

“Pemkot Pangkalpinang sudah melaksanakan OSS RBA itu. Memang disadari dari bulan Agustus sampai sekarang ada kendala dengan migrasi data yang belum selesai atau sempurna, kalau itu sudah sempurna akan mempermudah perizinan. Dengan ini pelaku usaha dengan modal di bawah Rp1 miliar mereka cukup meng-upload KK, KTP dan nilai investasi dari itu akan keluar nomor induk induk berusaha,” tambahnya.

Sambung dia, pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya di Pangkalpinang total sebanyak 916 orang tenaga kerja dirumahkan, 200 orang di PHK dari 58 perusahaan. Bahkan dengan hal itu meningkatkan angka pengangguran terbuka yang cukup tinggi mencapai 6,93 persen, karena Kota Pangkalpinang adalah kota perdagangan dan jasa.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved