Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Geliat Investasi di Pangkalpinang Untuk Siapa? Ini Kata Mereka

Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mencatat,  geli

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Tangkapan layar para bintang tamu Ngobrol Bareng Politisi 2021 atau Ngopi 24 dengan tema ‘Geliat Investasi di PGK Untuk Siapa?’ di Hotel Santika Bangka bersama Kepala DPMPTSP dan Naker Kota Pangkalpinang Yan Rizana, Wakil Ketua II DPRD Kota Pangkalpinang, Djubaidah, Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, Ahmad Amir, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi serta Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pangkalpinang, Ermawi, Jumat (22/10/2021). 

“Pertumbuhan ekonomi selama ini selalu berlindung dari adanya Covid-19 sehingga kondisi ekonomi kita turun. Ekonomi kita di 2020 itu ambruk bahkan minus 6,28 itu luar biasa. Kemudian muncul investasi, logikanya investasi yang kemudian dilakukan itu adalah dapat memunculkan investasi di sektor perdagangan seperti Indomaret, Alfamart hingga pizzahut. Bahkan pekerjanya hanya berapa persen dari Kota Pangkalpinang, lebih banyak dari luar,” jelasnya.

Kemudian sektor PAD pada tahun 2020-2021 Pemda bersama DPRD menargetkan Rp136 miliar, retribusi Rp12 miliar. Sedangkan pada tahun 2022 ditargetkan Rp153 miliar dan Rp15 miliar untuk retribusi.

“Investasi yang muncul hari ini adalah bagus untuk kita tetapi kemudian ternyata itu bukan alami kerja kita, indikator-indikator kinerja kita kepada pemerintah itu belum mampu ditingkatkan. Padahal rencana kita kedepan banyak investasi di sektor pariwisata itu minus 30 persen di tahun 2020,” kata Arnadi.

Arnadi menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang memiliki Perda nomor 10 tahun 2015 tentang pedagang eceran dan pedagang besar. Maka dari itu dia meminta Pemkot untuk mengecek ke lapangan apakah hak mereka sudah penuhi, pasalnya Alfamart dan Indomaret serta investasi lainnya harus menempatkan 10 persen produk UMKM lokal.

“Coba lihat Indomaret Alfamart dan sebagainya apakah ada yang menjual. Catatan terakhir berapa lama bertahan pedagang besar dan eceran, resto-resto ataupun makanan yang muncul hari ini. Kita belum melihat pertahanan mereka paling lama dua sampai tiga bulan ramai setelah itu oleng juga. Orang juga masih mikir-mikir kalau pasar kita seperti itu apakah kemudian penunjang belum ada seperti apa,” timpal dia. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved