Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Zakat Lewat Baznas Masih Rendah, Pemprov Bangka Belitung Sarankan Gandeng Perusahaan Hingga Swasta

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saimi mengatakan, realisasi pengumpulan zakat di provinsi

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Arif Manggu saat memberikan pengarahan kepada para peserta rapat Koordinasi dan Pembagian Hak Amil, di Bangka City Hotel, Jumat (22/10/2021). (Bangkapos/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saimi mengatakan, realisasi pengumpulan zakat di provinsi ini melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masih rendah dari potensi yang ada.

Menurutnya, penurunan realisasi zakat dikarenakan zakat yang dikelola Baznas Bangka Belitung hanya berasal dari Unit Pengumpul Zakat atau UPZ disetiap organisasi perangkat daerah yang ada di Pemprov Bangka Belitung dan bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membayar zakat.

“Perbandingan antara tahun 2020 sampai dengan 2021 itu menurun. Dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni sekitar Rp8 miliar. Ini dikarenakan beberapa hal yang pertama karena zakat yang dikelola oleh baznas yang kita kumpulkan dari beberapa UPZ yang ada masih bersumber dari ASN,”  jelas Saimi kepada Bangkapos.com, usai rapat Koordinasi dan Pembagian Hak Amil, di Bangka City Hotel, Jumat (22/10/2021).

Saimi menyebut, pihak baznas juga saat ini tengah berupaya untuk menggandeng perusahaan maupun swasta agar mau berzakat melalui lembaga resmi milik negara untuk menyalurkan zakat, infaq dan sedekah atau ZIS.

Di mana hasil dari ZIS tersebut telah disalurkan kepada orang-orang fakir, miskin, pengurus-pengurus zakat atau amil zakat, para muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.

Bahkan sampai diberikan kepada peserta yang mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional atau STQ ke XXVI di Maluku Utara beberapa waktu lalu.

“Berikut orang miskin juga kita perhatikan, bahkan ada anak-anak yatim tidak mampu yang bersekolah dari tingkat SD maupun sampai dengan kuliah itu sudah dibiayai oleh kawan-kawan kita dari baznas. Tapi juga saya tanya apakah ini belum meluas ke pihak-pihak yang lain perusahaan maupun swasta, belum karena mengajak orang untuk berjalan baik itu susah. Alasannya berbagai macam. Untuk STQ dulu kita hanya sebagai peserta ataupun penggembira acara, tetapi dua tahun terakhir kita menjadi pesaing bagi provinsi lain. Alhamdulillah kita mendapatkan satu orang juara,” beber Saimi.

Oleh karenanya, dia mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk menunaikan zakat melalui baznas, sebab zakat merupakan rukun Islam yang keempat yang mana sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim.

Maka dari itu jangan takut untuk berzakat, karena dengan berzakat kita tidak akan menjadi miskin.

Malahan rezeki kita akan terus bertambah, walaupun tidak selalu dibalas dengan uang bisa melalui nikmat sehat hingga nikmat iman dalam beragama.

“Kadang memang orang banyak yang mengabaikan. Kalau sudah membayar zakat fitrah sudah selesai padahal tidak, harta kita masih dihitung. Kita sama-sama terus meningkatkan pengetahuan kita tentang agama sehingga Kita paham agama. Karena dengan paham agama hidupnya akan mudah. Mudah-mudahan dengan niatan kita yang baik menjadi catatan amalan buat kita,” harap Saimi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved