Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Aturan Terbaru Naik Pesawat Wajib PCR, DPR Curiga Ada Bisnis di Baliknya, Ini Reaksi Puan

Kebijakan wajib tes polymerase chain reaction (PCR) untuk penumpang transportasi udara menuai pertanyaan dan penolakan masyarakat.

Penulis: Herru Windharko (CC) | Editor: Alza Munzi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga melakukan tes PCR di GSI Lab Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Kredivo menggandeng Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab), perluas tes PCR di Indonesia dengan alokasikan dana sebesar US$ 100.000 atau setara dengan lebih dari 2 ribu tes PCR yang bertujuan untuk mempercepat tracing dan testing secara cepat dan akurat sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tribunnews/Irwan Rismawan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kebijakan wajib tes polymerase chain reaction (PCR) untuk penumpang transportasi udara menuai pertanyaan dan penolakan masyarakat.

Bahkan Ketua DPR RI, Puan Maharani heran dengan keputusan pemerintah yang membuat bingung masyarakat tersebut.

Karena itu ia meminta pemerintah menjawab kebingungan masyarakat tersebut.

”Beberapa hari ini banyak masyarakat bersuara karena bingung dengan aturan baru PCR sebagai syarat semua penerbangan ini.

Masyarakat mempertanyakan kenapa dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik, tapi justru tes perjalanan semakin ketat,” ujar Puan, Jumat (22/10).

Dia pun mengungkapkan sejumlah pertanyaan yang muncul.

“Kenapa dulu ketika Covid-19 belum selandai sekarang, justru tes antigen dibolehkan sebagai syarat penerbangan.

Kalau sekarang harus PCR karena hati-hati, apakah berarti waktu antigen dibolehkan, kita sedang tidak atau kurang hati-hati? Pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat seperti ini harus dijelaskan terang benderang oleh pemerintah,” ujarnya.

Puan mengatakan fasilitas kesehatan di Indonesia belum merata dan akan semakin menyulitkan masyarakat yang hendak bepergian dengan transportasi udara.

Sehingga, dia menilai tes PCR itu seharusnya digunakan hanya untuk instrumen pemeriksaan bagi suspek Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved