Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Bangka Belitung Kejar Target Herd Immunity, Warga yang Belum Divaksin Pun Terpaksa Ikut Vaksinasi

Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Bangka Belitung mencapai 78 persen dari jumlah total kasus terkonfirmasi positif.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Yuranda
Personel Polres Bangka Selatan memeriksa sertifikat vaksin di sejumlah pengguna di Jalan Jenderal Sudirman, Toboali, Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (18/10/2021). Pengendara yang kedapatan belum divaksin diminta berhenti untuk disuntik vaksin Covid-19. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung saat ini fokus pada percepatan vaksinasi.

Percepatan vaksinasi ini dilakukan untuk mencapat target herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat terhadap Covid-19.

Satgas Covid-19 bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait termasuk parpol, perusahaan, hingga relawan dilibatkan dalam vaksinasi massal di Bangka Belitung.

Vaksinasi dianggap efektif untuk membentuk kekebalan kelompok masyarakat atau herd immunity terhadap Covid-19.

"8 bulan sudah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan dan akan terus dilakukan sepanjang tahun 2021 ini terbukti telah mewujudkan Herd Immunity atau kekebalan komunitas/kelompok dari serangan Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Rabu (21/10/2021).

Kata Andi Budi, vaksinasi juga terbukti mengurangi transmisi/penularan Covid-19, terutama menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona, serta melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi.

Baca juga: Terungkap Cara dan Alasan Rafli Bunuh Ella yang Baru Saja Ia Nikahi, Berhubungan Badan dan Baca Chat

Baca juga: Ella Bukan Istri Pertama Rafli, Pelaku Pembunuh Istri Sendiri Ini Pernah Menikah Siri di Medan

Baca juga: Cemburu dan Cekcok Karena Sering Nyabu, Rafli Habisi Istri Seusai Berhubungan Badan

Andi Budi menegaskan vaksin Covid-19 terbukti bermanfaat, aman, dan sehat karena sudah diuji secara klinis dan mendapatkan izin penggunaan dari lembaga resmi yaitu Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI.

"Vaksin Covid-19 sudah dinyatakan kehalalan dan kesuciannya berdasarkan fatwa dan sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Oleh karena itu masyarakat tak perlu ragu karena vaksin ini telah teruji keamanan, mutu, serta khasiat dan kehalalannya.

Berlakukan Masuk Wajib Vaksin

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Bangun Cahyo Utomo beberapa waktu lalu mengatakan target vaksinasi menjangkau setidaknya 80% atau 1.137.824 jiwa dari total jumlah populasi penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved