Jumat, 22 Mei 2026

Bisa Kaya Mendadak Berkat Uang Kuno, Ini Alamat dan Nomor HP yang Bisa Dihubungi

Bingung jual uang kuno kemana? berikut ini alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi, Catat!

Tayang:
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Alza Munzi
Kolase Freepik/https://www.bi.go.id/
Deretan uang koin. AKhir-akhir ini heboh lagi uang koin dan uang kertas dijual mahal. 

BANGKAPOS.COM - Bisa kaya mendadak jika memiliki uang kuno lalu dibeli mahal.

Namun, tak mudah menjual uang kuno.

Pasalnya harga tergantung jenis uang, kelangkaan, dan nilai sejarahnya.

Selama ini uang diperdagangkan untuk berbagai kepentingan, salah satunya koleksi.

Jual beli uang pun memang bukanlah sesuatu yang baru.

Tak ayal, harganya bisa melonjak jauh di atas nilai nominalnya.

Bagi para kolektor atau peminat uang kuno, uang zaman dulu yang sudah jarang dimiliki orang lain memiliki nilai kebanggan sendiri.

Hal itulah yang membuat para kolektor rela membelinya dengan harga yang mahal tergantung kelangkaannya.

Selain itu nilai estetika, bahan dan sejarah dari mata uang kuno tersebut juga menjadi faktor yang dilirik para kolektor.

Baca juga: Pasti Dicap Jutawan Kalau Punya Uang Kertas Rp100 Perahu Layar Lalu Laku Dijual Rp100 Juta

Berikut ini cara menjual uang kuno melansir Tribunbatam.id:

1. Kolektor uang kuno

 Bila berhasil menemukan kolektor uang kuno, maka kamu bisa menawarkannya pada mereka.

Para kolektor biasanya mau membeli dengan harga tinggi untuk uang kuno yang langka dan tidak ada di pasaran.

Apalagi jika mereka memang mengincar uang kuno itu.

Kamu bisa mematok harga uang kuno itu setinggi-tingginya.

Di sinilah mengapa uang kuno bisa dijadikan sebagai ladang investasi.

Kamu bisa menghasilkan harga yang tinggi asalkan bisa menjualnya pada sosok yang tepat.

Baca juga: Uang Koin Rp 500 Gambar Melati Dijual Rp 100 Juta hingga Rp 400 Juta, Bank Indonesia Beri Penjelasan

Hanya saja kamu harus melakukan usaha ekstra agar bisa menjualnya pada orang yang tepat, karena hal itu tidak mudah.

Kamu bisa mencari kolektor uang kuno di internet atau masuk ke komunitas mereka.

Baca juga: Di Indonesia Cuma Buat Lalapan, Ilmuwan Amerika Syok Setelah Teliti Daun Kemangi, Ada Manfaat Ajaib

2. Jual ke penjual uang kuno

Kamu bisa menjual uang kuno milikmu ke penjual uang atau koin kuno yang bisa ditemukan di suatu tempat.

Mungkin kamu pernah menemukannya di pinggir jalan, tempat wisata, pasar, maupun tempat umum lainnya.

Mereka biasanya menerima siapa saja yang menjual uang kuno tersebut.

Namun, kamu harus pintar menawarkan barang.

3. Jual secara online

Jika tidak menemukan kolektor uang kuno, kamu bisa menjual uangmu melalui online.

Kamu dapat menawarkan uang kuno tersebut di media-media sosial yang digunakan.

Kamu juga dapat menjualnya di berbagai situs jual beli online seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dll.

Jangan lupa cantumkan tanda pagar (tagar) agar uang kuno yang kamu tawarkan itu mudah ditemukan oleh mereka yang mengincarnya.

Setelah itu jangan lupa cantumkan nomor yang bisa dihubungi agar kamu dan calon pembeli bisa berkomunikasi dengan mudah.

Tawar-menawar bisa langsung kamu lakukan via telepon.

Berikut ini beberapa alamat dan nomor HP pembeli uang kuno dirangkum Bangkapos.com dari Youtube Hendrik

Bopenk berjudul 'INI DIA Alamat dan nomor hape pembeli uang kuno'

- ITC Kuningan Lantai 2

Jl. Prof. Dr. Satrio Karet No. 8, Karet Semanggi, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12345

Jam buka 09.00 - 21.00. Nomor Telepon 0817-6933-882.

- Atm Center Gedung Harco pasar baru, Lantai 3 No 24 (Sebelah toko PMG Patokan) RT.1/RW.3, Ps. Baru,

Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 17410 

Jam buka 10.00 - 21.00

Nomor Telepon 0882-1450-0645

- Jl. Warakas 5, Gg. XII No 79, RT. 8 /RW. 10, Khaerul Anam Tanjung Priok Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14340

Jam buka 09.00 - 21.00. Nomor Telepon 0878-8718-0737

- Jl. Lembang II lama RT. 2/RW. 8 No. 9A Banten15151

Jam buka 09.00 - 21.00

Nomor telepon 0858-8279-1108

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved