Breaking News:

Video

Kenalan di WhatsApp, Gadis Remaja Bangka Belitung Ini Jadi Korban Rayuan Pacar

Jadi Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Peternak Sapi di Bangka Belitung Diciduk Polisi

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: fitriadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Asiyeh alias Acong (27) seorang peternak sapi hanya bisa pasrah saat ditangkap oleh tim Unit Reserse Kriminal Polsek Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Senin (18/10/2021) lalu.

Acong warga Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung ini ditangkap polisi lantaran menjadi pelaku persetubuhan anak dibawah umur.

Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono melalui Kapolsek Pangkalan Baru AKP Djoko Murtono mengatakan, penangkapan Acong dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari ibu korban yang melaporkan bahwa anaknya telah disetubuhi pada 18 Oktober 2021.

Setelah mendapatkan laporan tersebut kemudian Unit Reskrim Polsek Pangkalan Baru yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Christian Simamora langsung merespon cepat dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Baca juga: Pengakuan Pengantin Baru Bunuh Istri, Rafli Terbakar Cemburu Lihat Chat Istrinya

Baca juga: Menduda 5 Tahun, Acong Tak Kuat Melihat Kemolekan Tubuh Anak di Bawah Umur, Kini Sel Menanti

Baca juga: Setubuhi Anak di Bawah Umur, Peternak Sapi di Bangka Tengah Diancam Penjara 15 Tahun

Djoko membeberkan, tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terjadi usai pelaku dan korban saling mengenal melalui media sosial WhatsApp.

Setelah saling kenal keduanya lantas menjalin hubungan cinta. Tak sampai disitu Acong mengajak korban berhubungan layaknya suami istri sebanyak tiga kali di rumah pelaku.

Acong nekat melampiaskannya kepada gadis 16 tahun tersebut dengan dalih akan menikahi korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma psikis dan merasa malu jika berhubungan secara sosial dengan masyarakat.

Atas perbuatannya, Acong dikenakan Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 Tentang Tap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved