Tangis Pria Ini Pecah Buaya Kesayangan yang Dirawat 9 Tahun Dijemput Petugas BKSDA
Selama 9 tahun, Bagus dan ibunya telah memelihara sepasang buaya di rumah mereka
BANGKAPOS.COM - Tangis Bagus pecah melepas kedua teman baiknya ini sontak menjadi sorotan.
Bagus tak pernah menyangka hari perpisahan dengan 2 sahabat baiknya akhirnya tiba juga.
Sedih karena harus berpisah dari teman yang 9 tahun menemani, Bagus tak kuasa menahan tangis.
Pasalnya, dua teman Bagus bukanlah teman biasa, mereka adalah 2 ekor buaya yang sudah dipelihara sejak kecil.
Baca juga: Pasti Dicap Jutawan Kalau Punya Uang Kertas Rp100 Perahu Layar Lalu Laku Dijual Rp100 Juta
Baca juga: Video Baru Gisel dan Wijin di Atas Kasur Disebar, Ujung Baju Tidur Diikat di Perut Saat Bergoyang
Selama 9 tahun, Bagus dan ibunya telah memelihara sepasang buaya di rumah mereka di Jalan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Tak diletakkan di kandang, buaya-buaya peliharaan Bagus itu tinggal bersama di dalam rumah.
Mereka ditempatkan di tempat terpisah.
Satu buaya tinggal di WC dan satunya berada di kamar tidur.
Kepada pewarta, Bagus mengurai cerita terkait ketertarikannya dengan buaya.
Bagus menuturkan bahwa ia menyukai buaya ketika melihatnya di televisi.
Mengetahui sang adik suka buaya, kakak Bagus yang bernama Aji pun berinisiatif membelikan buaya sebagai hadiah.
Aji membeli dua anak buaya jantan dan betina seharga Rp 500 ribu pada tahun 2012 silam.
Bagus masih ingat ukuran dua buaya itu saat pertama kali dibeli.
Ia bercerita bahwa buayanya saat baru dibeli memiliki bentuk seperti rempeyek.
"Abang yang beliin waktu itu. Pas gajian," cerita Bagus di kediamannya pada Jumat (22/10/2021).
Bak hewan peliharaan normal biasa, buaya yang dirawat Bagus nyatanya tinggal bersama sang pemilik.
Diungkap Bagus, dirinya sering memandikan buaya peliharaannya.
"Sering main-main bareng. Sering mandiin. Gosok gigi juga,"ujar Bagus.
Tak hanya itu, Bagus juga mengaku sering tidur bareng buaya peliharaannya.
Bagus bahkan kerap menganggap buaya tersebut adalah guling.
"Sering juga tiduran bareng setiap hari," akui Bagus.
Pernah Digigit
Lebih lanjut, Bagus bercerita bahwa buayanya sangat jinak.
Sebab Bagus mengasuh dua buayanya layaknya seorang adik.
Dua buaya Bagus itu pun sering dikeluarkan dari dalam rumah untuk bermain.
Ya, Bagus sesekali mengelurkan buaya peliharaannya itu untuk jadi tontonan warga sekitar.
Baca juga: Video Gisel Goyang Pargoy 15 Detik di Kolam Renang Bikin Warganet Terngiang-ngiang
Baca juga: Ayah Ella Mimpi Buruk Tiga Hari Berturut-turut Sebelum Putrinya Ditemukan Meninggal Dicekik Suami
Meski jinak, buaya tersebut bukan tak pernah melukai majikannya.
Diakui Bagus, ia pernah digigit oleh buayanya.
"Digigit dua kali, tapi lukanya udah hilang," ungkap Bagus.
Dirawat sejak masih kecil, buaya itu rutin diberi makanan oleh Bagus dan ibunya.
Demi memelihara buaya, Bagus rela merogoh kocek untuk membeli 2 kg ayam satu kali seminggu.
"Satu kali seminggu kita kasih makan 2 kg kepala ayam untuk dua buaya itu," ujar Bagus.
Selain kepala ayam, kedua buaya muara itu juga pernah dikasih tikus hidup, ikan gurame dan ikan tongkol.
Buaya itu pun doyan menyantap makanan yang diberikan Bagus.
Buaya Bagus Dievakuasi
Memelihara buaya selama 9 tahun, Bagus harus menerima kenyataan pahit saat hewan peliharannya itu dievakuasi.
Awalnya, aksi Bagus memelihara buaya itu tak jadi sorotan.
Namun sebuah insiden membuat Bagus harus merelakan buayanya dievakuasi BKSDA pada Kamis (21/10/2021).
Kala itu, Bagus tak sadar buayanya terlepas dan jatuh ke bawah rumahnya.
Buaya tersebut tiba-tiba keluar rumah.
Meski telah berada di luar rumah, buaya tersebut diakui Bagus tak bergerak atau menyerang warga.
Bagus menduga buaya itu sedang mengejar tikus.
Melihat buaya milik Bagus ada di luar, tetangga syok.
Warga sekitar pun gempar dengan kehadiran buaya tanpa didampingi pemiliknya, Bagus.
Merasa resah, warga langsung melapor ke perangkat lingkungan untuk segera mengevakuasi buaya Bagus agar tidak menggigit.
Dapat laporan, petugas BKSDA pun datang mengevakuasi dua satwa buas itu.
Sebelum dievakuasi, petugas meminta izin terlebih dahulu kepada Buriah, ibu dari Bagus.
"Sebelumnya kita datangi dulu pemiliknya, kami jelaskan bahwa buaya tidak dapat dipelihara karena dilindungi oleh negara," ujar Lurah Utan Panjang, Amadeo.
Buaya tersebut kemudian dibawa ke penangkaran di wilayah Tegal Alur oleh petugas gabungan.
Meski awalnya tidak rela, Bagus Ibu Buriah pun mengikhlaskan buaya itu dievakuasi petugas.
"Nangis lah dari kecil disayangin. Sudah saya anggap adik sendiri," pungkas Bagus.
Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kisah-bagus-hidup-bersama-buaya.jpg)