Breaking News:

Video

55 HT Tak Kantongi Izin Dimusnahkan Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Pangkalpinang

55 Handy Talky (HT) dan satu radio Rig dimusnahkan Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Pangkalpinang, Senin (25/10/2021).

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 55 Handy Talky (HT) dan satu radio Rig dimusnahkan Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Pangkalpinang, Senin (25/10/2021).

Pemusnahan alat atau perangkat telekomunikasi tersebut merupakan hasil kegiatan operasi penertiban pengguna frekuensi radio ilegal selama tahun 2018-2020.

Alat komunikasi yang tak mengantongi izin tersebut dimusnakan dengan cara dibakar.

Kepala Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Pangkalpinang M. Helmi menyebut pemusnahan dilaksanakan lantaran pengguna frekuensi tidak mengantongi izin yang jelas.

"Jadi ada dua izin yang harus dimiliki yang pertama izin pengguna frekuensi yang kedua izim sertifikasi perangkat.

Ada beberapa yang kita temukan perangkatnya itu tidak masuk secara nasional, sehingga disebut ilegal harus kita musnahkan," ungkap Helmi usai pemusnahan kepada Bangkapos.com.

Menurutnya, jika pengguna frekuensi ilegal ini terus digunakan dikhawatirkan akan mengganggu frekuensi keselamatan penerbangan.

"Jadi frekuensi ilegal yang digunakan sebenarnya tidak jauh dari frekuensi yang digunakan oleh navigasi penerbangan, jadi kita khwatir kalau mereka menggunakannya secara masif akan mengganggu navigasi penerbangan tadi," jelasnya.

Kata Helmi, operasi penertiban ini menyasar keseluruh pengguna frekuensi yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

Baik pengguna komersil disebuah perusahaan hingga penggunaan yang bersifat hobi.

Dia berharap, semua pengguna frekuensi yang ada di Bangka Belitung dapat memenuhi izin frekuensi dan juga jauh dari frkuensi penerbangan.

"Kita secara bertahap akan melakukan operasi penertiban kembali, namun langkah-langkah yang kita lakukan adalah langkah yang persuasif dan humanis. Jadi kita coba untuk melakukan pendekatan pada semua pengguna untuk bisa melakukan perizinan yang resmi," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved