Breaking News:

Advertorial

BAZNAS Provinsi Bangka Belitung ajak Umat Islam Pahami Kewajiban zakat

Baznas Provinsi Babel Rapat Koordinasi dan Pembagian Hak Amil, di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Jumat (22/10).

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
Cepi
PENGARAHAN - Ketua Baznas Babel, M Arif Manggu saat memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi dan Pembagian Hak Amil, di Bangka City Hotel, Jumat (22/10). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Arif Manggu mengakui masih banyak umat Islam di Bumi Serumpun Sebalai ini yang masih belum menyadari pentingnya membayar zakat.

Hal ini disampaikannya, usai Rapat Koordinasi dan Pembagian Hak Amil, di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mungkin dapat dijadikan sebagai penyebabnya. Di antaranya, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga-lembaga pengelola zakat. Di mana akibatnya, banyak masyarakat mengeluarkan zakat langsung kepada mustahiknya.

Selain itu, masih banyak di antara umat muslim yang belum mengerti cara menghitung zakat, dan kepada siapa zakatnya dipercayakan untuk disalurkan.

Belum lagi pemahaman zakat bagi setiap orang, padahal zakat merupakan rukun Islam yang keempat.

"Apakah kita semuanya sudah paham apa itu rukun Islam, tetapi masih ada sebagian yang menganaktirikan zakat. Untuk ibadah haji sanggup bertahun-tahun menunggu antrean untuk berangkat haji dan membayar biaya sekian puluhan juta. Sementara zakat yang menjadi kewajiban rukun Islam juga di anak tirikan," kata Arif.

Diakuinya, zakat pada umumnya wajib dilakukan bagi semua umat Islam yang mampu. Sebab, dalam setiap harta yang kita miliki terdapat hak orang lain. Maka untuk menyucikan harta kita dari hak-hak orang lain, kita diperintahkan untuk menunaikan zakat.

Di mana zakat itu akan disalurkan kepada mustahik yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an, seperti orang-orang fakir, miskin, pengurus-pengurus zakat atau amil zakat, para muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.

"Allah tidak akan meminta apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Tetapi Allah meminta kewajiban kita sesuai dengan dengan perintahnya seperti zakat. Itu diwajibkan karena di dalamnya ada hak orang lain yang harus kita tunaikan, termasuk hak orang fakir, orang miskin sampai kepada ibnu sabil," tegas Arif.

Berkaca dari hal tersebut, lanjut dia, sudah semestinya sebagai sebagai umat Islam dan masyarakat yang baik harus dapat menilai zakat maupun pajak di Indonesia yang mana keduanya adalah kewajiban dan seharusnya tidak perlu dibedakan satu sama lain.

Pasalnya, zakat memang merupakan perintah agama Islam, dan menjadi kewajiban mutlak bagi setiap Muslim untuk menjalankannya. Sehingga masyarakat tidak hanya takut kepada kewajiban pajak tetapi juga harus takut dengan pentingnya membayar zakat.

"Zakat merupakan suatu hal yang harus kita pegang dengan pemahaman yang sesungguhnya, karena diantara kita umat muslim khususnya lebih takut daripada meninggalkan pajak yang dibayar setiap tahun. Yang peraturannya yang dibuat dari pada manusia, dari pada melaksanakan zakat yang sudah jelas merupakan perintah Allah. Lebih takut tidak bayar pajak sementara zakat tidak ditunaikan," ungkapnya.

Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pimpinan Baznas di Babel maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah bersusah payah melaksanakan tugasnya untuk membantu Baznas Babel.

"Bicara soal zakat itu adalah memang perlu kesabaran karena masih banyak di antara kita yang Islam belum memaknai benar-benar apa itu kewajiban yang harus ditunaikan dalam rangka melengkapi rukun Islam. Maka dari itu jangan takut untuk berzakat, karena tidak ada hadis maupun ayat Al-Quran yang mengatakan orang yang berzakat akan jatuh miskin, itu tidak ada sejarahnya dalam Islam," tambahnya. (adv/u1)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved