Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bepergian Wajib PCR, Anggota Komisi IV DPRD Babel Ini Ingatkan Jangan Beratkan Masyarakat

Anggota Komisi IV DPRD Babel Dodi Kusdian menilai kondisi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurun seperti saat ini ada kelonggaran syarat penerbangan.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
bangkapos.com
Dodi Kusdian. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penumpang pesawat yang berangkat dari dan ke Bandara Depati Amir dari Pulau Jawa-Bali wajib menunjukkan surat vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dengan sampel maksimal diambil 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) nomor 88/2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara pada masa pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Babel Dodi Kusdian menilai apabila kondisi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurun seperti saat ini, alangkah lebih baik diberikan kelonggaran.

"Itu memang upaya dalam mengendali penyebaran Covid-19, apabila kita lihat kasus melandai, mungkin bisa dilonggarkan mengenai aturan itu, jangan memberatkan masyarakat," ujar Dodi, Senin (25/10/2021).

Pasalnya, dia menyebutkan penumpang yang bepergian kadang kala tak hanya seorang diri, tetapi juga membawa keluarga (anak, istri dan suami) sehingga akan menambah beban biaya.

"Bepergian itu, masyarakat itu punya anak, istri dan ibu, tidak hanya sendirian. Ini yang kita lihat, tidak bepergian sendiri, dalam rangka berbagai macam. Kondisi itu jadi berat," katanya.

Dia menilai wajar, apabila ketentuan wajib menggunakan hasil negatif PCR digunakan bila kondisi kasus Covid-19 meningkat karena sebagai upaya pengendalian.

"Tapi saat ini kasus melandai, jangan sampai masyarakat berpikir itu bisnis, kita tidak ingin ada suudzon dari masyarakat karena kebijakan seperti itu," katanya.

Dia mengakui wewengan tersebut tentu berasal dari pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah tentu harus mengikuti aturan serupa.

"Kita bekerjalah sesuai kewenangan kita, jangan melampaui wewengan pusat. Kalau itu wewengan pusat, kita imbau agar bijak. Selain itu, masyarakat kita lihat sudah mulai jenuh, kita berharap masyarakat tetap prokes dan mengajak masyrakat lain untuk vaksinasi agar cepat terbentuk kekebalan kelompok," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nit

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved