Breaking News:

Kasus Covid-19 Melandai Dua Isoter Provinsi Babel Ditutup

Keberadaan dan penyediaan fasilitas isoter saat ini menjadi perihal urgen, sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat

Editor: rusmiadi
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gedung Asrama Haji Bangka Belitung yang dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) Covid-19 Provinsi Babel 

BANGKAPOS.COM - Kasus Covid-19 di Bangka Belitung (Babel) belakangan ini kian melandai, sehingga sejumlah tempat isolasi terpusat (isoter) mulai ditutup.

Sepertihalnya dua isoter di Pangkalpinang yakni Asrama Haji dan gedung BLK Tenaga Kerja Provinsi Babel ditutup sejak Minggu (24/10/2021).

“Dua tempat isolasi terpusat Asrama Haji dan BLK Tenaga kerja ditutup untuk menampung pasien positif Covid-19, karena sepi penghuni dan melandainya kasus Corona,” ujar Ketua Satgas Khusus (Satgassus) Isoter Babel, Mikron Antariksa, Minggu (24/10/2021).

Seperti diketahui Isoter Asrama Haji dan BLK telah dibuka sejak Agustus 2021 lalu, saat itu kasus aktif baru Covid-19 sedang meningkat tajam.

Mikron mengatakan, dengan ditutupnya dua tempat isoter tersebut, maka setiap daerah kabupaten dan kota juga sudah ada masing-masing tempat isoternya. Selain alasan itu, menurut Mikron dalam waktu dekat gedung Asrama Haju juga bakal digunakan Kantor Kementerian Agama Babel, untuk persiapan pemberangkatan jemaah umrah.

"Asrma Haji ini juga mau dipakai untuk program umroh, sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mempercayai Asrama Haji dan BLK sebgai tempat isoter, kemudian pihak-pihak lain yang telah banyak membantu," ujar Mikron yang juga Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Babel ini.

Ia menambahkan ditutupnya dua isolasi ini bersifat sementara, apabila dibutuhkan kembali dan kembali meningkatnya kasus Covid-19 akan kembali dibuka untuk menampung pasien terkonfirmasi dengan gejala ringan.

Dengan ditutupnya, isolasi terpusat ini, kata Mikron bukan berarti Babel bebas Covid-19, tetapi harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan seterusnya.

Sementara itu Pemerintah Kota Pangkalpinang tetap menyediakan dua isoter untuk penanganan pasien terpapar Covid-19. Keberadaan dua isoter ini di eks gedung Puskesmas Girimaya, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tuatunu Pangkalpinang.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam mengatakan meskipun saat ini tren kasus covid-19 di Kota Pangkalpinang menurun, rehab isoter tetap akan dilanjutkan untuk antisipasi jika kasus kembali meningkat.

Menurutnya, jika nanti Covid-19 sudah tidak ada lagi, tempat isoter yang bisa menampung 32 orang itu bisa digunakan untuk kegiatan pelatihan dan kegiatan lainnya.

"Isoter inikan perintahnya bukan baru sekarang, tapi pada waktu kasus kita sedang meningkat-meningkatnya kemarin, dan ini direhab sebelum kasus menurun. Covid-19 inikan kita tidak tau sampai kapan, apakah ada kenaikan lagi nantinya dan kita sudah siap adanya isoter tersebut," ujar Radmida, saat meninjau isoter di SKB Tuatunu yang saat ini masih dalam proses rehab atau perbaikan pembangunan, Senin (25/10/2021).

Sementara itu data dari Satgas Penanganan Covid-19 Babel pada hari Minggu (24/10/2021) diketahui keterisian tempat isoter di desa dan kecamatan di Babel hanya satu orang. Sedangkan isoter provinsi, kabupaten dan kota terisi 21 orang.

Sedangkan yang menjalni isolasi atau karantina mandiri sebanyak 125 orang, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit darurat 30 orang dan di rumah sakit rujukan 46 orang.

"Keberadaan dan penyediaan fasilitas isoter saat ini menjadi perihal urgen sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama sebagai upaya untuk memastikan kasus Covid-19 bisa dikendalikan dan ditekan, serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno. (riki pratama/andini/rusmiadi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved