Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Meski Kasus Covid-19 Melandai dan Turun PPKM Level II, Dindik Bangka Tengah Belum Izinkan PTM Normal

Penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Tengah terus melandai, bahkan saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman saat meninjau pembelajaran tatap muka terbatas di SMPN 1 Koba. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Tengah terus melandai, bahkan saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bangka Tengah pun turun ke level II.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah hingga Sabtu, (23/10/2021) jumlah kasus aktif positif  Covid-19 di wilayahnya masih terdata 10 orang.

Baca juga: Wajib tes PCR Jika Mau Naik Pesawat dan Cukup Antigen Syarat Terbang dari Bangka ke Daerah Ini

Baca juga: Tak Cuma Gencar Vaksinasi, Paket Bantuan Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar menuturkan, meski kasus covid-19 menurun pihaknya masih belum mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) ini dilangsungkan secara normal kembali.

Hal ini sesuai dengan instruksi mendagri dan mengingat status PPKM masih berada di level II.

"Saat ini memang kita berada di level II, tetapi tetap meski sudah turun dan kasus Covid-19 melandai, sejauh ini kita belum ada wacana dan belum berani memberi izin untuk melaksanakan PTM ini secara normal, dan kita tetap menunggu perkembangan dari kemeterian karena memang sampai saat ini penerapan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan," ungkap Iskandar kepada Bangkapos.com, Senin (25/10/2021).

Menurut Iskandar, selama pelaksanaan PTM terbatas digelar di Bangka Tengah, pihaknya pun telah melakukan evaluasi dan tidak menemukan kendala, baik dari guru, siswa atau orangtua, serta perlengkapan sarana ataupun prasarana pendukung selama Covid-19.

"Sampai saat ini sejak pelaksanaan PTM terbatas digelar, mulai dari tingkat SD hingga SMP di wilayah kita (Bangka Tengah-red) tidak ada laporan apapun, baik dari guru, siswa, ataupun orangtua. Bahkan dari segi prokes pun jauh sebelum PTM terbatas ini dimulai kita sudah siapkan, dan apabila habis mereka juga bisa mengajukan kebutuhan perlengkapan prokes ini dari dana BOS," jelas Iskandar.

Iskandar mengungkapkan, pada pelaksanaan PTM terbatas pihaknya tidak mengejar target ketercapaian kurikulum, tetapi mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Bahkan dalam pelaksanaan PTM terbatas, proses pembelajaran antar siswa/i ditentukan langsung oleh pihak sekolah yang bersangkutan, dengan syarat satuan pendidikan wajib memastikan kesiapan sarana dan prasarana, dan sudah berkoordinasi langsung dengan tim gugus Covid-19.

"Untuk ketercapaian kurikulum kita tidak ada target, karena memang kondisi saat ini kita lebih fokus kesehatan dan keselamatan peserta didik, namun tetap materi yang disampaikan tetap sesuai dengan kurikulum," tegas Iskandar.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai Dua Isoter Provinsi Babel Ditutup

Baca juga: Pangkalpinang Masih PPKM Level 3, Polisi Ultimatum THM Tak Boleh Beroperasi, Nekat Ini Sanksinya

Iskandar mengatakan, apabila ada siswa ataupun guru yang terkonfirmasi positif pihaknya pun akan memberhentikan secara sementara pelaksanaan PTM terbatas ini dengan kurun waktu kurang lebih satu minggu.

"Jadi sebagai antisipasi dan menekan kasus Covid-19 ini, maka kita sudah koordinasi dengan pihak sekolah agar pelaksanaan PTM ini dihentikan sementara dengan kurun waktu kurang lebih tujuh hari dengan tetap melihat kondisi yang ada," kata Iskandar.

"Harapan kita semoga kasus covid-19 ini terus menurunan hingga angka 0, sehingga pembelajaran tatap muka ini bisa segera dilakukan," harapnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika) 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved