Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pelanggaran Kode Etik, Oknum Polisi Bangka Barat Buang Bayi di Dusun Rumpis Terancam Dipecat

Anggota Polres Bangka Barat berpangkat Bripda berinisial ZD, kini sudah masuk proses hukum dengan pelanggaran kode etik pasca ditemukannya bayi.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Istimewa
Bayi ditemukan oleh warga di Dusun Rumpis, Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Polres Bangka Barat berpangkat Bripda berinisial ZD, kini sudah masuk proses hukum dengan pelanggaran kode etik pasca ditemukannya bayi oleh warga di Dusun Rumpis, Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat pada jum'at (20/08/2021) lalu.

Hal ini diungkapkan Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto saat dikonfirmasi usai diketahui ZD, merupakan ayah dari bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di dalam kardus.

"Untuk selanjutnya proses internal yakni kode etik akan segera digelar, dengan ancaman paling tinggi dipecat dari kepolisian," ungkap Agus Siswanto, Senin (25/10/2021) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Selain itu saat ini ZD sudah melangsungkan pernikahan, usai meninggalkan bayi mungil yang saat itu masih berusia dua hari di pinggir jalan.

"Jadi untuk pelaku sudah menikahi perempuannya atau pasangannya, kebetulan tidak ada halangan yang sah. Jadi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku sudah menikah," tegas Agus.

Baca juga: BREAKING NEWS, Warga Dusun Rumpis Simpang Teritip Digegerkan Penemuan Bayi di Dalam Semak

Baca juga: Orang Tua Bayi yang Dibuang di Simpang Teritip Sudah Diketahui, Di Rumah Sakit Ini Dilahirkan

Baca juga: Orangtua yang Buang Bayi di Dusun Rumpis Bangka Barat Sepakat Menikah, Begini Nasib Sang Bayi

Sementara itu terkait nasib bayi malang tersebut Kepala Puskesmas Simpang Teritip, Sahadi mengatakan bayi kini sudah ada yang mengadopsi.

"Untuk bayi itu sudah diadopsi, kami dari puskesmas hanya menyerahkan dengan disaksikan kapolsek juga. Selanjutnya sudah berdiskusi dengan keluarga bukan ranah kita lagi. Jadi dari puskesmas sudah selesai, dan di adopsi juga sudah secara layak," kata Sahadi.

Selain itu Bidan Puskesmas Parittiga Eri mengungkapkan sejumlah fakta miris, saat pertama kali menemukan bayi malang tersebut.

Saat diwawancarai Eri mengungkapkan ketika menemukan bayi tersebut bersama warga, kondisi bayi tersebut kedinginan akibat ditinggal begitu saja di pinggir jalan.

"Ada warga yang datang melihat bayi, lalu lapor, jadi saya lihat ke sana setelah saya lihat bayinya memang sedang kedinginan. Lalu berhubung baju bayi itu basah, kami menggantikan popok dan baju bayi itu," ungkap Eri.

Baca juga: Kasus Bayi Malang Dusun Rumpis, Polres Bangka Barat Selesaikan Secara Tertutup

Baca juga: TERUNGKAP Ayah Bayi yang Dibuang Adalah Penegak Hukum di Bangka Barat, Kasus Diselesaikan Tertutup

Baca juga: Tangis Moza, Bayi dalam Kardus yang Mengoyak Rasa Keadilan

Bahkan tidak hanya baju yang basah, saat ditemukan tali pusar bayi pun juga diungkapkan Eri masih belum terlepas.

"Lalu saya lihat ada cap kakinya dan tali pusar juga belum lepas, lalu saya bawa ke puskesmas dulu untuk di lihat mana tau ketemu ibu atau dilacak polisi lahirnya di mana," kata Eri.

Sedangkan terkait penemuan bayi, bermula dari ditemukan oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Simpang Teritip.

"Dari penulusuran pegawai kami yang bertugas di UGD, pagi sekitar jam 06.00 WIBbayi ditemukan di pinggir jalan dekat dengan mushola dan posisinya diletakkan di dalam kardus," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved