Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Persatuan Insinyur Indonesia Bangka Belitung Terbentuk, Gubernur Erzaldi Harapkan Peran Aktif

Ketua Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Heru Dewanto, telah melakukan pelantikan pengurus wilayah Persatuan Insinyur Indonesia

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos/Riki Pratama.
Ketua Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Heru Dewanto, telah melakukan pelantikan pengurus wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) Provinsi Bangka Belitung periode 2021-2024, dilakukan pada Senin (25/10/2021) siang, di gedung Mahligai rumdin gubernur. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Heru Dewanto, telah melakukan pelantikan pengurus wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) Provinsi Bangka Belitung periode 2021-2024, dilakukan pada Senin (25/10/2021) siang, di gedung Mahligai rumdin gubernur.

Sebelum dilakukan pelantikan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah menandatangani komitmen bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII), tentang Percepatan Peningkatan Kompetensi Insinyur dan Praktik Keinsinyuran.

Gubernur Babel Erzaldi, menyambut baik atas kehadiran PII di Babel untuk pertama kalinya ini. 

Erzaldi, mengharapkan peran para insinyur di Babel yang masih belum dapat berbuat banyak. 

Penyebabnya karena masih minimnya para engineer lokal bersertifikasi, sehingga selalu gagal dalam setiap perencanaan pembangunan di daerah.

"Paling penting bagi saya insinyur-insinyur di Bangka Belitung bisa terberdayakan. Bicara pemberdayaan, bagaimana caranya dalam waktu dekat, cepat, dan tepat, di sini bisa menggelar sertifikasi sebelum tahun 2021 ini berakhir," ujar Erzaldi di ruang VIP Bandara Depati Amir, Senin (25/10/2021).

Ia mengharapkan keberadaan PII dapat berperan memberdayakan engineer di Babel. 

"Harapan kita begitu, kalau bapak bisa, pengurus PII ini bisa berperan aktif lebih," harapnya.

Erzaldi mengatakan saat ini pemerintah kesulitan dalam mencari para insinyur lokal untuk dilibatkan dalam setiap pembangunan. 

"Contohnya ketika konsultan dipasang syarat-syarat, mereka tidak memenuhi syarat. Terus kita datangkan dari luar, tapi biaya lebih mahal karena mereka tidak mau menetap. Jadi ongkos besar, dan kunjungannya tidak sekali-dua kali, jadi biayanya besar," katanya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved