Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Satgas Ingatkan Guru dan Siswa Sudah Divaksin Minimal Dosis 1 Jika Ingin PTM di Sekolah

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan atau sekolah perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Yuranda
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin dosis pertama kepada siswa-siswi SMA di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (23/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung kembali mengingatkan pihak penyelenggara pendidikan dan pengambil kejibakan untuk tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan atau sekolah perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan.

Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah.

Pihak terkait juga mesti dapat memastikan terutama para pendidik serta para peserta didik telah memperoleh vaksin setidaknya dosis 1.

Pada Minggu 24 Oktober 2021, 12 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka Belitung sehinga total jumlah kasus positif mencapai 51.919 orang.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 30 orang (kumulatif 50.284). Adapun kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 1 orang (kumulatif 1.435).

"Bahwa angka kesembuhan lebih tinggi dari kasus konfirmasi Covid-19 menjadi kabar baik, namun penularan Covid-19 masih mengancam," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Ke Jawa-Bali Wajib PCR, Bandara Depati Amir Berlakukan SE Menhub, Anak-anak Sudah Boleh Terbang

Baca juga: Ayah Ella Mimpi Buruk Tiga Hari Berturut-turut Sebelum Putrinya Ditemukan Meninggal Dicekik Suami

Demikian juga kasus kematian akibat Covid-19, tidak lain karena masih banyak warga masyarakat yang abai dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta belum divaksin.

Kondisi ini, kata Andi Budi tentu saja menghambat dan tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membuka secara perlahan dan bertahap keran pelonggaran kegiatan dan mobilitas masyarakat di ruang-ruang maupun fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata.

Demikian halnya kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti pesta atau resepsi pernikahan.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved