Breaking News:

Berita Sungailiat

Beroperasi Pakai Genset, Biaya Operasional Tambak Udang di Bangka Naik Rp15 Miliar

Konsekuensi dari keputusan menggunakan genset, Hidayat menyebut pengusaha tambak harus menambah biaya operasionalnya yang nilainya cukup besar.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: El Tjandring
bangkapos.com/deddy marjaya
Hidayat Arsani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pasokan listrik di pulau Bangka sudah kembali normal setelah kurang lebih tiga pekan mengalami gangguan akibat kerusakan komponen engine di pembangkit Air Anyir.

Selama masa pemulihan masalah komponen engine ini, beberapa waktu lalu Ketua Asosiasi Petani Tambak Indonesia Nusantara (APTIN) Hidayat Arsani meminta para pengusaha tambak udang menggunakan genset untuk kebutuhan listrik operasionalnya.

Tujuannya agar beban tegangan listrik yang berkurang akibat masalah komponen engine tidak lebih tinggi karena tambak udang cukup besar menggunakan listrik dari PLN.

Konsekuensi dari keputusan ini, Hidayat menyebut pengusaha tambak harus menambah biaya operasionalnya yang nilainya cukup besar.

"Hampir lima belas miliar tambahan biaya tambak udang di Bangka karena beralih sementara ke genset. Tapi sudahlah itu bentuk sumbangsih kami kepada masyarakat," kata Hidayat Selasa (26/10/2021).

Seperti diketahui kebutuhan listrik untuk ratusan tambak udang di Bangka yang disuplai PLN mencapai 48 Megawatt.

Baca juga: Video Baru Gisel dan Wijin di Atas Kasur Disebar, Ujung Baju Tidur Diikat di Perut Saat Bergoyang

Hal tersebut tidak menjadi masalah karena PLN Bangka mengalami surplus listrik.

Namun hampir sebulan lalu terjadi gangguan akibat salah satu mesin pembangkit mengalami kerusakan.

Berdampak terjadi pemadaman listrik secara bergilir di Bangka.

"Biarlah bentuk cinta kami semoga ke depannya PLN semakin baik sekarang kan sudah normal lagi," kata Hidayat Arsani.

Baca juga: Murah Banget, Paket Internet Telkomsel 30 GB Cuma Bayar Rp 10 Perak, Begini Caranya

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved