Breaking News:

Buruan Ikut Program Magang di Jepang, Gaji Capai Rp 30 Juta per Bulan, Terbuka Bagi Lulusan SMA

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung, Elfiyena mengatakan sudah mulai melakukan sosialisasi terkait program magang di Jepang

Foto Istimewa
Daerah Kabukicho Tokyo yang bersinar terang di waktu malam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung akan membuka seleksi bagi putra dan putri daerah agar berkesempatan untuk magang di Jepang.

Pendaftaran program kerjasama Kementerian Tenaga Kerja dengan Jepang dibuka 13 Oktober - 12 November 2021.

Proses rekuitmen dan seleksi berlangsung 6-10 Desember 2021.

Baca juga: Video Baru Gisel dan Wijin di Atas Kasur Disebar, Ujung Baju Tidur Diikat di Perut Saat Bergoyang

Baca juga: Punya Uang Rp1000 Kelapa Sawit Salah Cetak? Ini Nomor WA Kolektor yang Bisa Dihubungi

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung, Elfiyena mengatakan sudah mulai melakukan sosialisasi terkait program magang di Jepang.

"Magang itu bisa bekerja di Jepang sambil mengambil ilmu seperti kedisplinan yang ilmunya bisa dibawa pulang ke Indonesia.

Kita menyalurkan ini untuk mengurangi angka pengangguran, apalagi saat ini susah mencari pekerjaan," ujat Elfiyena, Selasa (26/10/2021).

Elfiyena menyebut pihaknya menargetkan seleksi ini diikuti oleh minimal 150 peserta sesuai ketentuan dari Kemenaker.

"Seleksi di daerah dan di Kementerian, yang lolos di daerah nanti diseleksi lagi di pusat dan ditraining lagi diharapkan banyak mendaftarkan," katanya.

Dia berharap putra dan putri daerah tidak menyia-nyiakan kesempatan ini karena gaji magang di Jepang bisa capai puluhan juta rupiah.

"Gaji informasinya bisa Rp 20-30 jutaan per bulan, itu 3 tahun kontrak, nanti ketika telah selesai kontrak, Kementerian beri lagi Rp 60 juta untuk modal usaha," katanya.

Dia menambahkan magang ini berlaku untuk tamatan SMA/MA/SMK/D3/S1.

Baca juga: Murah Banget, Paket Internet Telkomsel 30 GB Cuma Bayar Rp 10 Perak, Begini Caranya

Baca juga: Namanya Melejit Berkat Peran Elsa Ikatan Cinta, Glenca Chysara Bangun Kontrakan Sebagai Investasi

"Kalau SMK/D3/S1 tentu akan bekerja sesuai profesi sementara untuk SMA/MA ini mereka wajib melampirkan sertifikat pelatihan yang 160 jam, jadi nanti bekerja sesuai keterampilannya,"katanya.

Mengenai program magang ini, jaminan dan perlindungan peserta yang lolos dan akan magang di Jepang tentu akan menjadi tanggungjawab Kemenaker.

"Pasti ada jaminan dari kementerian, ini sudah lama, setiap tahun Kementerian mengirim, peluang ini harus kita tangkap dan jangan sampai jadi penonton," katanya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved