Breaking News:

Harga PCR di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan India yang Hanya Rp 160.000

Murahnya harga PCR di India juga disebabkan karena beberapa harga komoditas di sana lebih murah karena tingginya jumlah penduduk.

Editor: Evan Saputra
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Ilustrasi Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). 

Harga PCR di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan India yang Hanya Rp 160.000

BANGKAPOS.COM - Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan penurunan harga tes PCR menjadi Rp 300.000 dari sebelumnya di kisaran Rp 450.000.

Namun, harga tes PCR ini nyatanya belum mampu menyaingi India, yang hanya Rp 160.000.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengisyaratkan, harga PCR di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan harga PCR di India.

Pasalnya, ada beberapa hal di India yang membuat harga PCR lebih murah. Hal ini tidak dimiliki Indonesia.

Baca juga: Jarang Disorot Istri Mandra Si Doel Anak Sekolahan, Sosoknya Cantik dan Awet Muda

Baca juga: Video Baru Gisel dan Wijin di Atas Kasur Disebar, Ujung Baju Tidur Diikat di Perut Saat Bergoyang

Murahnya harga PCR di India juga disebabkan karena beberapa harga komoditas di sana lebih murah karena tingginya jumlah penduduk.

"Ya mungkin India murah sekali Rp 160.000-an, tapi India adalah negara yang paling murah untuk semuanya selain China," kata Budi dalam konferensi pers evaluasi program PC-PEN, Selasa (26/10/2021).

Di sisi lain, murahnya harga tes PCR di India juga sedikit banyak dikaitkan dengan produksi dalam negeri.

India sudah memiliki produksi tes PCR di dalam negeri. Hal ini berbeda dengan negara lain yang masih mengimpor alat tes kesehatan termasuk PCR.

"Mereka punya produksi di dalam negeri, kemudian economic cost-nya karena jumlah rakyatnya 2 billion, itu tercapai," ucap Budi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved