Breaking News:

Berita Bangka Barat

Rapat Evaluasi Kejari Bangka Barat Ingin Bidang Intelijen Lakukan Inovasi Digitalisasi

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat Helena Octavianne didampingi Seksi Intelijen Mario Nicolas, mengikuti rapat evaluasi kinerja

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Ist/Kejari Bangka barat
Kejari Bangka Barat melakukan rapat evaluasi kinerja bidang intelijen Kejaksaan RI tahun 2021 bertempat di digital room Kejari Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat Helena Octavianne didampingi Seksi Intelijen Mario Nicolas, mengikuti rapat evaluasi kinerja bidang intelijen Kejaksaan RI tahun 2021 bertempat di digital room Kejari Bangka Barat.

"Perkembangan era globalisasi yang saat ini semakin pesat, maka Bidang Intelijen Kejaksaan RI tentunya harus mampu menyesuaikan diri. Bahkan memberikan inovasi-inovasi terbaru yang salah satunya dilakukan dengan cara melakukan digitalisasi, dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pokok Intelijen Kejaksaan RI," kata Helena Octavianne, Rabu (27/10/2021).

Upaya digitalisasi intelijen yang diharapkan tidak hanya digitalisasi dalam urusan administratif yang bersifat pendukung saja, namun juga digitalisasi dalam urusan kegiatan atau operasi intelijen yang menggunakan teknologi survailance/monitoring terhadap target dalam rangka penegakan hukum oleh Kejaksaan.

"Intelijen penegakan hukum memandang perlu adanya upaya digitalisasi ini untuk dapat diterapkan, pada satuan kerja Intelijen Kejaksaan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Hal ini guna meningkatkan kinerja intelijen, penegakan hukum Kejaksaan agar lebih optimal," jelas Helena.

Helena mengatakan terdapat beberapa isu strategis yang menjadi kajian, dalam intelijen penegakan hukum yang berkaitan dengan bidang digital dan teknologi informasi.

"Masifnya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, namun terdapat konten negatif yang perlu diwaspadai seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Sehingga dapat menimbulkan propaganda, karena memiliki jangkauan edar yang luas dan efektif," jelasnya.

Helena berharap agar dibentuk wadah sinergitas dalam pelaksanaan tugas intelijen demi kepentingan nasional, mengembangkan Pendidikan bagi personel intelijen, dan perlu dipertimbangkan adanya leading sektor yang mengelola semua kegiatan intelijen untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Isu mengenai keamanan siber dengan mengantisipasi adanya potensi ancaman penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi, tantangan dalam literasi digital dengan adanya konten negatif. Serta diperlukan adanya support anggaran, untuk meningkatkan kinerja intelijen penegakan hukum untuk mendukung kegiatan intelijen dalam penegakan hukum bidang ideologi, ekonomi, keuangan, sosial budaya, pertahanan dan keamanan," jelasnya.

Sementara itu dengan adanya rapat evaluasi kinerja bidang intelijen tahun 2021, Helena mengungkapkan agar semakin memperkuat peran Intelijen Kejaksaan.

"Mendukung pelaksanaan tugas intelijen negara yang cepat dan tepat, membangun kesadaran keamanan bagi semua personil intelijen. Serta mengetahui dan memahami dinamika perkembangan tren penggunaan media sosial serta dampaknya bagi masyarakat dari perspektif ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan, dan keamanan," kata Helena.

(Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved