Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Saksi Heran ada Tambahan Kerugian Negara di Kasus Korupsi Eks Direktur BUMdes Batu Nek

Sidang perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Alokasi Dana Desa (ADD) yang menjerat Direktur BUMdes Batu Nek desa Tanjung Pura

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Ilustrasi uang dana desa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sidang perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Alokasi Dana Desa (ADD) yang menjerat Direktur BUMdes Batu Nek desa Tanjung Pura, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Agus Wari tahun 2014 hingga 2016 terus bergulir.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Izhar menghadirkan 4 orang saksi pada sidang lanjutan di
di  Pengadilan Negeri PHI / Tipikor  Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (27/10/30/2021)

Mereka adalah Erik dari Dinsos Kabupaten Bangka Tengah, Suryadi Direktur Bumdes Batu Nek desa Tanjung Pura, Jamilah Mantan Bendahara Desa Tanjung Pura dan Mustari mantan direktur Bumdes Baru Nek.

Ditemui usai sidang, Jamilah mengaku sempat heran dengan jumlah kerugian negara yang terkuak di muka persidangan mencapai Rp 98.000.000.

Sebab, sepengetahuan Jamilah selama dirinya menjabat sebagai bendahara kerugian yang ditimbulkan hanya Rp 75.000.000.

Uang Rp 75.000.000 tersebut dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 25.000. 00l dan tahap kedua Rp 50.000.000.

"Cuma saya agak heran tadi kok kerugiannya mencapai 98.000.000, setahu saya hanya 75.000.000. Pertama 25.000.000, pencairan  yang kedua Rp 50.000.000. Tambahan kerugiannya dari mana ya," kata Jamilah

Selain itu, Jamilah juga heran perkara yang menjerat Agus Wari, tersebut sampai ke meja hijau. Pasalnya, sebelumnya temuan tersebut sempat dimediasi di pihak Inspektorat.

Selain itu, sebagian kerugian negara telah di kembalikan pihak -pihak yang bermasalah. Namun, dirinya tidak mengetahui persis detail kerugian negara yang telah dikembalikan tersebut.

"Tadinya saya juga tidak menyangka sampai ke sini (Pengadilan, red). Karena waktu itu sudah dimediasi di Inspektorat bahkan sudah ada beberapa yang mengembalikan uang itu. Cuma mungkin Agusnya ini yang mengembalikan atau tidak sehingga  kasusnya sampai ke sini," pungkasnya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved