Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Saksi Tak Hadir, Sidang Perkara Sabu yang Dipesan dari Mesengger FB Ditunda

Ketua majelis hakim Victor Togi Rumahorbo, menunda sidang perkara narkoba atas nama terdakwa Ayik Hardian dan  Rudi Gunawan.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Majelis hakim dan JPU yang memeriksa perkara terdakwa Ayik dan Rudi Gunawan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua majelis hakim Victor Togi Rumahorbo, menunda sidang perkara narkoba atas nama terdakwa Ayik Hardian dan  Rudi Gunawan.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkalpinang, Efendi  belum bisa menghadirkan saksi dalam sidang lanjutan
di Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, provinsi kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/10/2021).

"Terdakwa Ayik dan Rudi, dikarenakan saksi dalam perkara kalian belum bisa dihadirkan Jaksa, jadi sidang kalian berdua di tunda hingga, Senin mendatang. Sudah mengerti ya," kata Victor.

Dari surat dakwaan JPU, Ayik dan Rudi merupakan terdakwa kasus narkoba yang ditangkap Sat Narkoba Polres Pangkalpinang, 1 Agustus 2021 lalu, di jalan Broderan Budi Mulia,  Kelurahan Gajah Mada, Kota Pangkalpinang.

Keduanya ditangkap saat, mencari barang bukti sabu pesanan Sari (DPO). Sebelumnya, sabu tersebut  dipesan Ayik dan Rudi Gunawan dari Niko yang juga masuk (DPO) melalui messenger Facebook dengan harga Rp 350.000.

Mulanya, Minggu 1 Agustus 2021, sekira pukul 14.00 WIB,  kedua terdakwa, tengah berada di rumah yang beralamat di Jalan Suka Damai, Kelurahan Mangkol, Kecamatan  Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Kemudian, Sari (DPO) mengirimkan pesan ke  Rudi Gunawan melalui messenger FB untuk memesan  narkotika jenis sabu seharga Rp. 350.000.

Rudi pun menyanggupi permintaan Sari, lalu memesan narkotika jenis sabu seharga Niko (DPO) melalui mesengger FB seraya mengirimkan nomor rekening BCA atas nama Yeni.

Dari komunikasi Rudi dan Niko, transaksi sabu dilakukan dengan cara dilempar di tempat yang telah disepakati yakni di jalan Broderan Budi Mulia,  Kelurahan Gajah Mada.

Setelah itu, Rudi pun memberi kabar kepada pemesan Sari, jika sabu tersebut telah dilempar di jalan Broderan Budi Mulia, Gajah Mada.

Namun, tak lama kemudian Sari (DPO) menghubungi saksi Rudi Gunawan memberitahu jika narkotika jenis sabu yang dipesan belum ditemukan.

lalu Rudi dan terdakwa Ayik kembaki ke Jalan Broderan Budi Mulia,  untuk mencari 1  strip bening warna putih narkotika jenis sabu yang dibungkus tisu warna putih.

Setelah sampai di tempat tersebut dilakukan penangkapan kepada terdakwa Ayik Hardian dan Rudi Gunawan, oleh anggota Sat Res Narkoba Polres Pangkalpinang.

Semula polisi tidak menemukan barang bukti narkoba di tangan keduanya. 1 paket sabu tersebut ditemukan di selokan sekitar lokasi penangkapan. Keduanya kemudian dibawa ke Polres Pangkalpinang, guna penyidikan lebih lanjut.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved