Breaking News:

Berita Bangka Barat

Sosialisasi Bahaya Kenakalan Remaja, Kajari Bangka Barat Ingin Hak Pendidikan Anak Terjamin

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menggelar sosialisasi, terkait bahaya kenakalan remaja kepada para siswa dari berbagai sekolah

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Ist/Kejari Bangka Barat
Sosialisasi Kejari Bangka Barat yang dilakukan terhadap para siswa sekolah di Gedung Serba Guna Muntok 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menggelar sosialisasi, terkait bahaya kenakalan remaja kepada para siswa dari berbagai sekolah di Gedung Serba Guna Muntok.

Jaksa Fungsional Kejari Bangka Barat Rina Akhad Riyanti, mewakili Kajari Bangka Barat Helena Octavianne yang menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Pembinaan Karakter Siswa Jenjang SMA, SMK, dan MA Tahun 2021.

Kegiatan tersebut juga masuk dalam slogan Kejaksaan yakni PEDULI (Pelayanan Prima, Edukatif, Langsung dan Inovatif serta  selaras dengan program Jaksa Masuk Sekolah yang selama ini rutin dilaksanakan oleh Kejari Bangka Barat, dengan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah yang lain yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

Selain itu juga,  program Jaksa Peduli Anak juga sebagai bentuk kepedulian Kejari Bangka Barat, terhadap anak yang menyangkut hak anak dalam memperoleh pendidikan yang layak.

"Dalam kehidupan suatu negara pendidikan peranan utama untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia,"  kata Helena Octavianne, Rabu (27/10/2021).

Helena mengatakan hak-hak pendidikan telah diatur dalam kostitusi sebagai bentuk jaminan kepastian hukum, serta wujud pengakuan negara terhadap hak-hak warga negaranya.

"Proses penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, kewajiban negara dalam pemenuhan hak atas pendidikan dasar tersebut diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," jelasnya.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk membentuk generasi muda yang taat hukum, dengan cara mengenali peraturan hukum yang berlaku.

"Dalam pembentukan karakter pribadi dibutuhkan beberapa nilai-nilai utama, yaitu nasionalis yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi," katanya.

Ia berharap sosialisasi dapat memperkuat karakter para siswa, dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi berpikir kritis dan kreatif.

"Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi serta yang paling utama yaitu mampu memahami, peraturan hukum yang berlaku sejak dini dengan harapan agar dapat terhindar dari hukuman," kata Helena. (Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved