Breaking News:

Harga Terbaru Tes PCR di Jawa-Bali Rp 275 Ribu dan Rp 300 Ribu di Luar Jawa-Bali 

Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp 275 Ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta ...

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas medis melakukan swab kepada warga secara drive thru di Altomed, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

Harga Terbaru Tes PCR di Jawa-Bali Rp 275 Ribu dan Rp 300 Ribu di Luar Jawa-Bali 

BANGKAPOS.COM -- Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meminta agar harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000.

Permintaan presiden itu keluar menyusul maraknya kritik atas pemberlakuan tes PCR untuk penumpang pesawat.

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) kembali melakukan evaluasi mengenai batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT- PCR.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir, mengatakan evaluasi yang dilakukan melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan RT-PCR, yang terdiri dari:

  • Komponen-komponen jasa pelayanan/SDM;
  • Komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP);
  • Komponen biaya administrasi;
  • Overhead;
  • Komponen biaya lainnya yang kita sesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca juga: Bantuan Rp1 Juta Ditransfer ke Pemilik Rekening BRI, BNI hingga Mandiri Kategori Ini, Cek Pakai KTP!

Baca juga: HEBOH Video Gisel Goyang Pakai Baju Ini Dilihat 35 Juta Kali, Bikin Caption Pakai Tagar Ahh Mantap

Baca juga: Jarang Disorot Istri Mandra Si Doel Anak Sekolahan, Sosoknya Cantik dan Awet Muda

Sozatolu Laoli, Si Brimob Gadungan yang Bikin Anggota TNI AU ini Dikeroyok Warga, Begini Jelasnya

Kemenkes lalu menetapkan batas tarif tertinggi tes PCR di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali.

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT- PCR diturunkan menjadi Rp 275 Ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp 300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10/2021), seperti keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT- PCR tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT- PCR.

Kebijakan tersebut sudah berlaku mulai Rabu kemarin.

Kadir menekankan agar semua fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksa lainnya yang telah ditetapkan oleh Menteri dapat mematuhi batasan tarif tertinggi RT- PCR tersebut.

Hasil pemeriksaan RT-PCR menggunakan besaran tarif tertinggi tersebut dikeluarkan dengan durasi maksimal 1x24 jam dari pengambilan swab pada pemeriksaan RT-PCR.

Ilustrasi tes PCR - Petugas berpakaian APD lengkap di Halaman parkir Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2020). Berikut harga terbaru tes Covid-19 RT-PCR.
Ilustrasi tes PCR - Petugas berpakaian APD lengkap di Halaman parkir Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2020). Berikut harga terbaru tes Covid-19 RT-PCR. (WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Dinas Kesehatan Daerah Provinsi dan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan Batas Tarif Tertinggi untuk Pemeriksaan RT-PCR sesuai kewenangan masing-masing.

Baca juga: 7 Doa Pagi Mustajab Dibaca sebagai Pembuka Rezeki dan Keberkahan Hidup, Dibaca Setelah Sholat

Baca juga: Lucinta Luna Buka Topeng, Bongkar Identitasnya sebagai Pria, Penampilan Berubah, Begini Faktanya

Bila ada laboratorium yang memakai harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan dilakukan pembinaan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Apabila masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan, maka sanksi terakhir adalah penutupan laboratorium dan pencabutan izin operasional.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan terkait kewajiban penggunaan PCR yang dilakukan pada transportasi pesawat.

Petugas medis melakukan swab kepada warga secara drive thru di Altomed, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Petugas medis melakukan swab kepada warga secara drive thru di Altomed, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). (TRIBUNNEWS/HERUDIN) (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Ia menyampaikan, tujuan utamanya yaitu untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata.

Baca juga: Rifai, Korban Penganiayaan di Medan yang Mengaku Dimintai Polisi Rp 2 Juta saat Lapor ke Polsek ini

Baca juga: 30 Link Twibbon Kumpulan Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda, Bisa untik WhatsApp, FB dan IG

Baca juga: Kisah Masa Lalu Ratu Kecantikan Ini Jadi Sorotan, Wajah Cantiknya Ternyata Oplas, Ini Potretnya

Baca juga: Viral Tendangan Kungfu Kapolres Nunukan ke Anak Buah, Kini Diperiksa Propam Usai Aniaya Anggota

“Meskipun kasus kita saat ini sudah rendah, belajar dari pengalaman negara lain kita tetap harus memperkuat 3T dan 3M supaya kasus tidak kembali meningkat, terutama menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru," ujarnya, Senin (25/10/2021), dikutip dari laman Kemenko Marves.

Oleh karena itu, secara bertahap penggunaan tes PCR juga akan diterapkan pada transportasi lainnya untuk mengantisipasi periode Nataru.

(*/ Tribunnews.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved