Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pelantikan PWI Bangka Barat, 10 Anak Yatim dan Guru Ngaji dapat Bantuan Baksos

Sebanyak 10 orang masing-masing anak yatim dan guru ngaji yang sudah lanjut usia mendapat bantuan sosial

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Ketua PWI Bangka Belitung, Muhammad Fathurakhman menyerahkan bantuan sosial kepada para guru ngaji dan anak yatim piatu saat pelantikan PWI Kabupaten Bangka Barat, di Gedung Sriwijaya Unmet Muntok, Kamis (28/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 10 orang masing-masing anak yatim dan guru ngaji yang sudah lanjut usia mendapat bantuan sosial, saat kegiatan pelantikan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Bangka Barat periode 2020-2023 di Gedung Sriwijaya Unmet Muntok.

Ketua PWI Bangka Barat, Husni mengungkapkan bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian media kepada masyarakat terutama saat pandemi Covid-19.

"Ada bantuan masing-masing Rp 500 ribu, jadi kamu mencari secara langsung orang-orang yang membutuhkan bantuan agar tepat sasaran," ujar Husni, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Bantuan Rp1 Juta Ditransfer ke Pemilik Rekening BRI, BNI hingga Mandiri Kategori Ini, Cek Pakai KTP!

Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Cara Istri Sedang Haid Layani Suami Agar Tidak Bikin Kecewa

Satu diantara penerima baksos, Rukman (80) yang merupakan guru ngaji mengucapkan rasa syukurnya bisa mendapatkan bantuan. 

"Alhamdulillah bisa dapat bantuan, terima kasih juga bisa bantu buat beli beras sama yang lain," kata Rukman. 

Ketua PWI Bangka Belitung, Muhammad Fathurakhman saat pelantikan PWI Kabupaten Bangka Barat, di Gedung Sriwijaya Unmet Muntok, Kamis (28/10/2021).
Ketua PWI Bangka Belitung, Muhammad Fathurakhman saat pelantikan PWI Kabupaten Bangka Barat, di Gedung Sriwijaya Unmet Muntok, Kamis (28/10/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sementara itu terkait pelantikan tersebut terdapat 14 anggota, dari beberapa media yang sudah lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW).

"Dalam artian kalau guru itu punya sertifikasi, kalau di kepolisian sertifikasi penyidik, begitu juga dengan media. Sehingga media memiliki nilai profesional yang tinggi, serta menjalankan tugas berdasarkan kode etik," kata Husni.

Namun walaupun sudah memiliki sertifikasi UKW, Husni mengatakan tak akan segan-segan mencabut sertifikasi jika adanya ditemukan pelanggaran kode etik.

"Kami yang sudah UKW di rumah PWI mau seenaknya sendiri tentu tidak, kalau bikin berita bohong berita hoax silahkan lapor. Kami akan meneruskan dan menarik kartu kompetensinya, jadi bisa dikeluarkan dari PWI," tegasnya.

Baca juga: Dijual Rp 7.650 Per Liter, Terbongkar, Ternyata Segini Harga Asli Pertalite yang Dijual Pertamina

Baca juga: Langsung Jadi Jutawan, Ada Uang Rp5000 dengan Nomor Seri Tanpa Huruf Youtuber Ini Mau Beli Rp30 Juta

Selain itu Ketua PWI Bangka Belitung, Muhammad Fathurakhman yang juga melantik PWI Bangka Barat, berharap PWI Bangka Barat dapat menjadi contoh serta pemersatu insan pers di Bumi Sejiran Setason.

"Program vaksin saat ini kita sedang gencar-gencarnya, agar masyarakat dapat vaksin untuk terciptanya herd immunity. Mudah-mudahan PWI Bangka Barat, dapat bersinergi dapat bekerja sama dan menjaga marwah organisasi," ucap Fathurakhman. 

Sedangkan Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming yang juga hadir dalam pelantikan mengatakan, peran media guna menyebarkan informasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi yang memiliki kredibilitas dan bukan berita hoax. 

"Insyallah selama ini kita sudah bersinergi dan mudah-mudahan dan pengurusan yang baru, insyallah kita bisa bersama-sama membangun Kabupaten Bangka Barat ini jauh lebih baik lagi. Banyak informasi yang tidak tercover dengan Kominfo, tetapi dengan wartawan bisa menjangkau masyarakat lebih luas," ungkap Bong Ming Ming. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved