Breaking News:

Human Interest Story

Aminah Terpaksa Ngesot Tujuh Meter ke Kamar Mandi, Kini Ia Bisa Tersenyum Bahagia 

Berlinang air mata Aminah (60) yang merupakan penyandang disabilitas kini terlihat bahagia, usai tak lagi harus bersusah payah

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Aminah terduduk bahagia saat mendapatkan bantuan renovasi rumah, Jumat (29/10/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berlinang air mata Aminah (60) yang merupakan penyandang disabilitas kini terlihat bahagia, usai tak lagi harus bersusah payah hanya untuk sekedar ke kamar mandi setelah rumahnya dilakukan renovasi.

Dalam keterbatasan karena kedua kakinya yang lumpuh, Aminah sebelumnya harus berjuang seorang diri, berjalan 'ngesot' atau menyeret kedua kakinya di tanah saat akan ke kamar mandi yang berada sejauh tujuh meter di belakang rumahnya.

Tubuhnya renta dan hidup seorang diri sejak meninggalnya sang Ibu pada Tahun 2012 lalu, Tentunya perjuangan keras dan tanpa lelah terus dijalani Aminah. Sedangkan kondisi kakinya yang lumpuh.

Aminah yang merupakan Warga Kampung Menjelang Baru, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. "Kondisi kalau dingin kaki itu jadi kaku lebih susah untuk digerakin, duduk lama saja sudah susah. Kalau ke kamar mandi itu ya ngesot lah, kadang hujan pake topi caping ke kamar mandi," ujar Aminah, Jumat (29/10/2021).

Selain kesulitan untuk pergi ke kamar mandi, Aminah juga kesulitan mengatasi berbagai kebutuhan lainnya seperti halnya kebutuhan untuk makan. Aminah hanya bisa menanak nasi di ricecooker. Sedangkan untuk memasak makanan laiannya, tangan Aminah kerap kali bergetar sehingga membuatnya kesulitan.

"Kalau lauk dikasih orang, sering manasin lauk di tempat nasi. Alhamdulillah ada lah banyak orang yang ngasih bantuan, kadang makanan kadang juga duit," katanya.

Saat ini beberapa pihak di antaranya PT Timah, Kodim 0431/Bangka Barat, TNI AL Muntok dan masyarakat  bergotong-royong melakukan renovasi rumah milik Aminah.

Kondisi rumah yang semi permanen, di mana dapur terbuat dari kayu dibongkar guna dilakukan pembangunan baru agar Aminah dapat hidup lebih layak.

Selain itu juga kamar mandi pun juga akan dibangun di dalam rumah Aminah, sehingga Aminah tak perlu lagi merasakan panas dan dinginnya alam hanya untuk sekedar ke kamar mandi.

"Alhamdulillah terima kasih semua bantu, terima kasih PT Timah dan anggota TNI sama tetangga sudah bantu Alhamdulillah terima kasih semuanya," ucapnya.

Sementara itu Lurah Menjelang Fitria Anggraini, mengatakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat telah memberikan bantuan jaminan hidup. "Bu Aminah dapat bantuan jaminan hidup yang diberikan setiap bulan, ada memberikan paket Sembako dari Pemkab Bangka Barat. Untuk paket bantuan itu ada macam-macam, seperti beras, minyak, gula dan susu," katanya.

Seiring direnovasi rumah Aminah, Fitria juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu. "Kami mewakili pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada pihak yang merenovasi rumah dan dapur, semoga dengan adanya bantuan PT Timah dan TNI dapat memberikan manfaat," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved