Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggota DPRD Bangka Belitung Ini Minta Tes PCR Syarat Penerbangan Digratiskan

Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, Mulyadi menyoroti harga pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) berbayar

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Dok/Mulyadi
Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, Mulyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, Mulyadi menyoroti harga pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) berbayar walaupun sudah turun harga sesuai instruksi pemerintah.

Politisi Partai NasDem ini menyayangkan pemeriksaan negatif PCR ataupun antigen sebagai syarat untuk pelaku perjalanan masih saja berbayar.

"Tentang PCR, sebenarnya Covid-19 ini bencana dan virus, kok kayak vaksin gratis, yang dilaksanakan dari anak-anak hingga dewasa itu gratis. Saya sebagai anggota dewan sangat menyayangkan PCR dan antigen dibebankan membayar," ungkap Mulyadi, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Mulai Hari Ini Rumah Sakit Swasta di Pangkalpinang Ikut Kebijakan Tarif PCR Rp300 ribu

Baca juga: Laboratorium atau Klinik Dilarang Jual Paket Tes PCR per Jam, Ini Jelasnya

Dia mempertanyakan kenapa pemerintah tak bisa membebaskan biaya untuk pemeriksaan PCR dan rapid test antigen tersebut.

"Kita ketahui PCR dan antigen tidak seluruh memakai itu, hanya yang hendak bepergian saja. Saya juga banyak mendapat keluhan hal ini dari masyarakat, kasihan juga sama masyarakat terkhusus di Babel," ungkapnya.

Di sisi lain, dia mendukung penerapan PCR dan antigen sebagai syarat penerbangan untuk mengantisipasi kasus penyebaran Covid-19.

"Kita setuju penerapan itu, karena PCR dan antigen itu untuk mendeteksi Covid-19, tapi digratiskan, vaksin bisa kenapa PCR tidak," kata Mulyadi.

Mendorong keinginan ini, dirinya sudah berusaha menyampaikan aspirasi ini kepada pihak wakil rakyat yang duduk di DPR RI dari fraksi NasDem.

"Saya sudah menyampaikan ini kepada anggota DPR RI fraksi kami, kebetulan saya sedang ikut workshop dengan fraksi NasDem se-Indonesia, saya sampaikan itu, ini upaya untuk membantu masyarakat," katanya.

Baca juga: Jangan Salah, Peraturan PCR 3x24 Jam Sebelum Naik Pesawat Hanya Berlaku 27 Oktober-1 November

Baca juga: Tarif Tes PCR di Labkesda Babel Turun Jadi Rp300 Ribu, Berlaku Hari Ini

Menurutnya, apabila PCR dan antigen digratiskan maka akan berdampak juga dalam hal pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata.

"Tentu akan berdampak bagi di sektor pariwisata dan membantu pertumbuhan ekonomi karena wisatawan akan banyak datang," kata Mulyadi.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved