Breaking News:

Laboratorium atau Klinik Dilarang Jual Paket Tes PCR per Jam, Ini Jelasnya

Semakin cepat hasil tes PCR keluar maka harga yang dipatok kian mahal. Pemerintah telah menetapkan harga batas tertinggi tes PCR sebesar Rp 275 ...

WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi tes PCR 

Laboratorium atau Klinik Dilarang Jual Paket Tes PCR per Jam, Ini Jelasnya

BANGKAPOS.COM, JAKARTA --  Laboratorium (lab) maupun klinik kesehatan tidak diperbolehkan menjual paket tes polymerase chain reaction ( PCR) per jam.

Larangan tidak diperbolehkan menjual paket tes polymerase chain reaction ( PCR) per jam itu secara tegas disampaikan Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI Prof. Abdul Kadir.

Diketahui, marak laboratorium menjual jas tes PCR berdasarkan durasi hasil yang terbit.

Semakin cepat hasil tes PCR keluar maka harga yang dipatok kian mahal.

Pemerintah telah menetapkan harga batas tertinggi tes PCR sebesar Rp 275 ribu untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp 300 ribu untuk wilayah luar Jawa - Bali.

Baca juga: Bantuan Rp1 Juta Ditransfer ke Pemilik Rekening BRI, BNI hingga Mandiri Kategori Ini, Cek Pakai KTP!

Baca juga: HEBOH Video Gisel Goyang Pakai Baju Ini Dilihat 35 Juta Kali, Bikin Caption Pakai Tagar Ahh Mantap

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Dono dan Kasino Sampai 3 Tahun Tak Bicara, dari 1988 hingga 1990

"Kita tidak mengizinkan dan tidak membenarkan ada harga di atas batas tertinggi ini apapun alasannya, termasuk alasan tadi bahwa batas-batas waktu untuk hasil yang terbit itu lebih cepat," tegasnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10/2021).

Adapun hasil pemeriksaan real-time PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi tersebut dikeluarkan dengan durasi maksimal 1 x 24 jam dari pengambilan swab pada pemeriksaan real-time PCR.

"Kami meminta kepada dinas kesehatan daerah provinsi dan dinas kesehatan daerah kabupaten dan kota untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tertinggi untuk pemeriksaan real-time PCR sesuai kewenangan masing-masing," jelas Prof Kadir.

Abdul Kadir melanjutkan bilamana ada laboratorium yang memakai harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah maka akan dilakukan pembinaan melalui Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

"Apabila masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan maka sanksi terakhir adalah penutupan Lab dan pencabutan izin operasional," kata dia.

Batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR dan mulai berlaku pada Rabu (27/10/2021).

Klinik di wilayah Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan yang melayani test swab PCR Covid-19, Selasa (17/8/2021).
Klinik di wilayah Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan yang melayani test swab PCR Covid-19, Selasa (17/8/2021). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Masa Berlaku Tes PCR 3x24 Jam Masih Aman dari Potensi Terpapar Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu meminta masa berlaku hasil tes PCR diperpanjang, yang sebelumnya 2x24 jam menjadi 3x24 jam.

Baca juga: Macam-macam Doa yang Dilafalkan Rasulullah SAW Tiap Pagi, Termasuk Berzikir Ini

Baca juga: Ngo Trac Lam, Putri Jackie Chan yang Mengais Sampah Cari Nafkah, Sang Ayah Hidup Bergelimang Harta

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved