Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pelaku Penganiayaan Nenek di Pangkalpinang Serahkan Diri ke Polisi, Ini Motifnya

Seorang pemuda yang menganiaya seorang nenek di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Pangkalpinang

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Ist/Satreskrim Polres Pangkalpinang
Sandi (25) pelaku penganiayaan Roaini (62) hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan ke Polres Pangkalpinang, Kamis (28/10/2021) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang pemuda yang menganiaya seorang nenek di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Pangkalpinang, Rabu (27/10/2021) malam.

Sandi (25) warga Kelurahan Parit Lalang, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang menyerahkan diri didampingi keluarganya. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pelaku tindak pidana penganiayaan tersebut telah menyerahkan diri.

"Benar, tersangka sudah menyerahkan diri," kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Dipicu Masalah Asmara, Oknum Polisi Tembak Polisi, Pelaku Terancam Dipecat dan Hukuman Mati

Baca juga: Daftar Gaji PPPK dan PNS Oktober 2021, Lengkap dengan Tunjangan Semua Golongan

Adi Putra menyebutkan,, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi Sandi mengaku nekat melakukan penganiayaan terhadap Roaini (62) ditengarai permasalahan yang sepele.

Di mana saat itu, Sandi yang tengah membangun pagar berbatasan dengan tanah milik Roaini ditegur oleh korban agar tak membangun pagar melewati batas yang telah ditentukan.

Tak terima dengan teguran tersebut, pelaku yang kalap langsung melayangkan dua kali bogem mentah kepada korban yang sedang menjemur pakaian di samping rumahnya, di bagian kepala dan wajah.

Atas kejadian tersebut, Roaini didampingi anaknya lantas langsung melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pangkalpinang pada 26 Oktober 2021 kemarin.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar di kepala depan sebelah kiri dan mengalami pecah di bagian bibir," ungkap Adi Putra.

Baca juga: Mulai Hari Ini Rumah Sakit Swasta di Pangkalpinang Ikut Kebijakan Tarif PCR Rp300 ribu

Menurutnya,  setelah melakukan penganiayaan tersebut Sandi sempat melarikan diri ke rumah kerabatnya di wilayah Kace, Kabupaten Bangka.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved