Ini Cara Menghapus Dosa Maksiat yang Sering Dilakukan, Begini Kajian Buya Yahya
Buya Yahya menjelaskan cara menghapus dosa maksiat yang sering dilakukan oleh manusia
Penulis: Widodo | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Buya Yahya menjelaskan cara menghapus dosa maksiat yang sering dilakukan oleh manusia.
Memang dosa sering dilakukan oleh umat manusia, baik dosa kecil maupun besar.
Namun untuk menghapus dosa itu semuanya tentunya ada cara yang dilakukan.
Lalu dengan cara apa agar manusia tersebut bisa mengapus dosanya sperti dosa maksiat.
Apalagi dosa maksiat yang sering dilakukan oleh manusia.
Berikut penjelasan dari dari Buya Yahya dalam kajian yang dibagikan dalam kanal Youube Al-Bahjah TV yang diungga pada 20 April 2017 lalu.
Terlebih dahulu Buya Yahya menjelaskan ada dua manusia yang terkutuk, pertama iblis dan kedua manusia yang mudah putus asa.
"Sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh seorang hamba, kalau dia meminta ampun kepada Aallah dengan serius maka Allah akan mengampuni," kata Buya Yahya mejelaskan.
"Kalau sudah putus asa lalu berkata 'aku sudah jelek, sudah zina, pemabuk, Allah tidakmungkin mengampuni saya' jangan berkata seperti itu," katanya.
Dia menganjurkan untuk tidak berkata seperti itu tetapi seorang hamba tersebut segeralah mengahdap kepada Allah.
"Jadikan air matamu berderai, menangis, bertaubat menyesal dan rasa takut saat itu kita bangun," ujarnya.
Dirinya mengingatkan, sebesar apapun dosa seorang hamba maka ketahuilah pengampunan Allah lebih besar dari itu semuanya.
Namun dia menambahkan taubat ada aturan atau caranya baik taubat kepada Allah maupun taubat kepada dosa manusia.
"Kalau dosa kepada Allah untuk membantu taubat itu adalah jangan biasa membicarakan, menyebut atau bercerita tentang dosa kepada Allah tadi jangan ceritakan ke manusia," jelasnya.
"Karena apa, supaya taubat kita enak hijrah ke suatu tempat yang tidak tahu kalau orang itu berzina, mabuk," lanjutnya.
Sebab menurutnya kalau dosa kepada Allah cukup hanya Allah saja yang tahu.
Jika seseorang sudah ketahuan di mata masyarakat kalau ia pelaku zina, maka akan susah bertaubat karena semua orang mengatakan orang tersebut adalah pezina.
Jadi dosa kepada Allah hendaknya disembunyikan dan berperanlah seperti orang yang tidak punya dosa.
Apabila berbuat dosa kembali, ada kisah Rasulullah dengan seorang pendosa.
"Ya Rasulullah saya pernah bertaubat tapi saya masuk dosa lagi, Rasulullah menjawab taubatlah lagi.
Tapi setelah taubat saya masuk dosa lagi, Rasul menjawab taubatlah lagi," kisah Buya Yahya.
"Sampai kapan Ya Rasulullah? Sampai kalau kamu bosan taubat maka Allah pun bosan mengampuni kau," lanjutnya.
Buya Yahya menyarankan bagi seorang hamba yang melakukan maksiat teruslah bertaubat.
Hal yang perlu ditakuti adalah jika ada orang melakukan kehinaan lalu dicabut nyawanya oleh Allah.
"Maka siapapun yang mendengar suara ini, jika Anda mendengar orang berbuat dosa sebanyak apapun untuk segera bertaubat," kata Buya Yahya.
"Takutnya keburu mati tapi belum diampuni dosanya oleh Allah," terangnya.
Dia mengingatkan, semua dosa yang belum diampuni Allah akan tampak di alam Barzah, tampak di Padang Mahsyar dan akan tampak di akhirat.
"Tetapi kalau kita memohon ampun di dunia, beres. Maka segeralah bertaubat dan tidak usah ragau kalau terpleset lagi segera kembali untuk bertaubat," sarannya.
"Jangan pernah menyerah bertaubat dan jangan sampai menjadi orang yang berputus asa," sebutnya.
(Bangkapos.com/Widodo)
Simak video selengkapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buya-yahya-membahas-himbauan-merayajan-maulid-nabi-muhammad-saw.jpg)