Breaking News:

Kenapa Syahwat Laki-laki Lebih Besar dari Perempuan, Begini Penjelasan dr Aisah Dahlan

Dokter Aisah Dahlan menjelaskan alasan kenapa syahwat laki-laki lebih besar daripada perempuan

Penulis: Widodo | Editor: Iwan Satriawan
Kenapa Syahwat Laki-laki Lebih Besar dari Perempuan, Begini Penjelasan dr Aisah Dahlan
Instagram dr Aisah Dahlan
dr Aisah Dahlan di Instagram dalam kajiannya

BANGKAPOS.COM -- Dokter Aisah Dahlan menjelaskan alasan kenapa syahwat laki-laki lebih besar daripada perempuan.

Penjelasan mengenai lebih besar syahwat laki-laki daripada perempuan ini dijelaskan dr Aisah Dahlan di akun TikTok Yuliagumay.id.

Berikut penjelasan dr Aisah Dahlan dalam akun TikTok tersebut mengenai syahwat birahi laki-laki. 

Hipotalamus juga adalah pusat syahwat birahi. 

Kalau laki-laki 2 kali setengah kali lebar berarti siapa yang lebih banyak pusat syahwat birahinya adalah laki-laki. 

"Kenapa laki-laki begitu, satu fitrahnya. Jika kita kritis lagi kenapa Allah bikin otak laki-laki dan perempuan tidak sama supaya syahwatnya sama? ibu mau suami yang jaga ibu atau suami yang jaga ibu," tanya dr Aisah Dahlan

Karena tugas suami jaga kita lebih besar maka Allah buat hipotalamus besar. 

Tetapi otomatis syahwat birahinya lebih besar. 

Kenapa ada kaitannya nggak, ada karena pada saat laki-laki atau suami kita pada saat dia mencari nafkah atau untuk menjga kebutuhan ekonomi kita dia tegang di luar sana saat dia bekerja. 

Selanjutnya untuk melepaskan ketegangannya hipotalamusnya harus dibuat rileks.

"Caranya dengan apa, dengan berhubungan intim suami istri," ujar dr Aisah Dahlan

"Kalau kita mau hipotalamus laki-laki lebih kecil atau sama dengan perempuan maka akan bahaya," lanjutnya. 

dr Aisah Dahlan kajian mengenai syahwat laki-laki lebih besar dari perempuan
dr Aisah Dahlan kajian mengenai syahwat laki-laki lebih besar dari perempuan (Tangkapan layar di akun TikTok)

Istri mau dicintai dulu baru berhubungan intim 

dr Aisah Dahlan menyebutkan wanita mau berhubungan intim kalau dari pagi sudah diajak ngomong, sudah dibelai-belai, diperhatikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved