Breaking News:

Berita Sungailiat

Banjir 1 Hari Rugi 5 Juta, Kabupaten Bangka Siapkan Dana BTT Hingga Rp 30 Miliar

Akibat banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Sungailiat, Bangka, Senin (1/11/2021) sejumlah pertokoan alami kerusakakan dan kerugian.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: khamelia
(Ist/Dok. Warga)
Ilustrasi banjir di salah satu titik di Kota Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akibat banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Sungailiat, Bangka, Senin (1/11/2021) sejumlah pertokoan alami kerusakakan dan kerugian.

Diketahui bahwa kemarin telah terjadi banjir di sejumlah titik yang ada di Kota Sungailiat, antara lain di dekat Gereja simpang sari ayu, Pasar Inpres, Kampung Jawa, Jalan Jendral Sudirman dan Komplek Pemda.

Meskipun hanya berlangsung selama 1 hari, setidaknya total kerugian dalam kejadian tersebut berkisar sekitar 5 juta rupiah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Bangka, M. Nursi saat dihubungi Bangkapos.com, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Buaya Bangka Makin Ganas! Ketua DPRD Iskandar Diserang saat Mencuci Tangan

"Kalau yang terdata itu di Rumah Makan Padang Cahaya Minang kerugiannya sekitar 1,6 Juta rupiah karena ada etalase yang hancur.

Untuk yang lainnya tidak terdata. Namun kami perkiraan total kerugian akibat banjir kemarin sekitar 5 juta rupiah," kata Nursi.

Bagi masyarakat yang terdampak kerusakan dan kerugian akibat banjir kemarin dapat meminta bantuan kepada pemerintah daerah.

"Bantuan dilakukan melalui pengajuan dari Lurah dan Camat setempat ke Dinas Sosial Kabupaten Bangka. Selanjutnya yang menentukan adalah dari Dinas Sosial," ujarnya.

Di tempat terpisah Bupati Bangka Mulkan menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka mempunyai anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) hingga mencapai 20-30 miliar rupiah.

"Untuk BTT, setiap tahunnya kita ada sekitar 20-30 miliar rupiah," ucap Mulkan.

Sementara itu, diketahui bahwa BTT merupakan pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam (banjir, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, dsb), bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya.

Salah satunya dalam hal penanganan covid-19 yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah. 

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved