Breaking News:

Mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung Bantu Mengajar TPA/ TPQ Al Hasanah di Desa Bukit Kijang

Mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung ikut serta dalam kegiatan belajar santri TPA Al Hanasah desa Bukit Kijang.

Penulis: iklan bangkapos | Editor: El Tjandring
IAIN SAS Bangka Belitung
Mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung saat Mengajar TPA/ TPQ Al Hasanah di Desa Bukit Kijang, Senin (1/11) 

BANGKAPOS.COM - Mahasiswa KKN IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung ikut serta dalam kegiatan belajar santri TPA Al Hanasah desa Bukit Kijang, yang dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan kamis dan dimulai dari pukul 14.00 s.d 15.30 WIB.

Kegiatan TPA ini dibuka sebagai bentuk kepedulian terhadap pengetahuan anak-anak setempat terhadap Ilmu keagamaan yang tepatnya di TPA Al Hasanah desa Bukit Kijang.

Terdapat 3 kelas untuk santri TPA Al Hasanah. Taman Pendidikan Al-Qur’an atau biasa disebut dengan TPA/TPQ merupakan lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan nonformal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberiakan pengajaran Al-Qur’an seja usia dini, serta memahami dasar-dasar dinul Islam pada anak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) atau bahkan yang lebih tinggi.

Kegiatan belajar di TPA Al Hasanah biasanya dimulai dengan membaca doa sebelum belajar, doa sehari-hari dan mengaji. Kemudian ustazah memberikan materi pembelajarn yang sudah dijadwalkan dan kegiatan diakhiri dengan membaca surah-surah pendek. Adapun kegiatan tambahan yang menjadi aktivitas untuk santri dan santriwati dalam mengembangkan kreatifitas para peserta didik.

“Adapun kegiatan tambahan yang dilaksanakan setiap hari Rabu, para santri dan santriwati diminta untuk menggambar, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas para peserta didik”. Ucap Santi, ustazah TPA/TPQ Al Hasanah saat di wawancarai, Senin (1/11/2021).

Jumlah santri dan santriwati yang ada disetiap kelas diperkirkan sebanyak belasan orang yang terdiri dari santri campuran dari TK dan SD atau bisa dikatakan tidak ada tingkatan kelas sama sekali. Atau yang lebih rincinya lagi jika ada santri yang akan melakukan munakosyah maka santri tersebut akan dipilih oleh  ustazahnya sendiri dan diambil dari semua kelas.

Penulis : Syafira Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Bukit Kijang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved