Breaking News:

Tiga Pemancing Terseret Arus Sungai Jembatan Emas, Dua Tewas Satu Selamat

Dua pemancing berujung Ali warga Air Salemba, dan Ahak warga Lembawai, meregang nyawa setelah terseret ombak alur sungai jembatan Emas.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua orang pemancing berujung Ali (61) warga Air Salemba, dan Ahak (60) warga Lembawai, Kota Pangkalpinang meregang nyawa setelah terseret ombak alur sungai jembatan Emas, Selasa (2/11/2021) siang.

Sempat dikabarkan bahwa keduanya adalah nelayan, rupanya keduanya hanya pergi memancing berujung saja.
Majid yang merupakan rekan Ali dan Ahak mengaku kedua rekannya itu tewas terbawa arus yang deras.

Majid tampak duduk melamun, tatapannya kosong kedepan, masih mengenakan kaos panjang tipis yang ia gunakan memancing bersama kedua rekannya itu.

Diakui Majid, sebelumnya ia sudah memperingati kedua rekannya itu untuk naik ke pinggir pantai namun tidak dihiraukan.

"Tapi sebenarnya itu sudah mau pulang lah, tiba-tiba airnya naik, pokoknya yang saya tau airnya tinggi arusnya deras," ujar Majid kepada Bangkapos.com, Selasa (2/11/2021) di kamar jenazah RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.

Kata Majid, dirinya juga sempat terombang ambing oleh arus yang deras, namun ia masih bisa menyelamatkan dirinya.
"Airnya awalnya sepinggang, terus saya juga sempat terombang ambing melawan arus, saya juga sempat terbawa arus tapi berenang ke pinggir pantai," sebutnya.

Menurutnya, setelah setengah jam dari dirinya tiba dipinggir panfai baru dua rekannya itu ditemukan dan sudah tidak lagi bernyawa.

"Orang-orang nelayan juga bantu kita, setelah setengah jam baru ditemukan. Dan ketemunya 200 Meter dari lokasi awal kita," bebernya.

Sementara Heri keluarga dari Ahak (60) mengaku keget ketika mendapat kabar saudaranya itu tenggelam dan meninggal dunia.

Diakui Heri, Ahak memang hobi memancing sejak dulu, pergi ke pantai untuk memancing adalah hal biasa.

"Dia bukan nelayan aslinya, tapi memang hobi mancing jadi mancing berujung itu dia (Ahaq) memang sering sama temen-temannya kadang saudara-saudara juga," sebut Heri.

Kata Heri, hingga kini pihak keluarga masih berembung pemakaman akan dilakukan dimana sebab sang istri dan anak Ahaq berada di Jakarta.

"Istri dan anaknya di Jakarta mungkin akan tunggu mereka lah," ucapnya.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved