Senin, 25 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Warga di Kampung-kampung Ini Waswas Jika Hujan Deras

Sejumlah titik wilayah di Kota Sungaliat, Kabupaten Bangka, tergenang air, Senin (1/1).

Tayang:
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: fitriadi
(Ist/Dok. Warga Sekitar)
Banjir di sejumlah titik di Kota Sungailiat, Bangka, Senin (1/10/2021) 

SUNGAILIAT, BANGKA POS - Sejumlah titik wilayah di Kota Sungaliat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tergenang air, Senin (1/1).

Genangan air ini berasal dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah kawasan tersebut sejak pukul 09.00 WIB.

Dari pantauan, genangan air terlihat di Kampung Sidodadi, Pasar Pagi, Paritpekir, Aikanyut dan Kampung Nelayan. Padahal saat itu, hujan deras mengguyur kawasan ini sekitar 45 menit lamanya.

Sadi, warga Sidodadi, mengakui memang wilayahnya menjadi langganan banjir. Ia pun sudah waspada saat hujan deras melanda kawasannya.

"Sidodadi ini kan wilayah cekungan, air datang dari Kampung Jawa Atas, Sri Menanti dan Sri Pemandangan," kata Sadi.

Warga Kampung Jawa, Jumi (46) juga mengaku telah siaga sejak hujan turun pagi tadi.

"Tadi pas hujan mulai turun kami sudah siaga. Ini pun air masih menggenang di halaman rumah kami. Kalau hujannya enggak berhenti-berhenti, kemungkinan sampai sore nanti air akan terus masuk ke rumah kami," kata Jumi.

Baca juga: Rebut Hadiah Lomba Foto dan Video HUT ke-21 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Diakuinya, daerah depan rumahnya memang sudah menjadi langganan banjir karena selokan yang tak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar.

"Kalau musim hujan sudah turun ya memang seperti ini, sudah gak heran lagi. Cuma repotnya kami harus mengamakan beberapa barang yang harus diangkut untuk diselamatkan," ujarnya.

Ketua Laskar Sekaban, M Achin meminta warga waspada karena intensitas air hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir.

"Waspada semoga hujan lebat seperti ini cepat reda jika tidak wilayah langganan banjir akan tergenang air, ini sudah beberapa wilayah tergenang air setinggi lebih dari 30 sentimeter dan ada yang setengah meter," kata Achin.

Patroli

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka, M Nursi membenarkan kondisi ini.

Namun diakuinya, pihaknya terus melakukan patroli untuk mengecek kondisi genangan air yang ada di sejumlah lokasi tersebut. Termasuk, membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar rutin mengecek dan membersihkan selokan untuk mencegah terjadinya banjir.

"Beberapa waktu lalu, dari BMKG juga sudah sempat memberi tahu jika selama dua bulan ke depan diperkirakan cuaca akan cukup ekstrem, karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati," kata Nursi.

Ia juga meminta masyarakat untuk tak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam selokan.

Menurutnya, alangkah lebih baiknya jika masyarakat memilah-milah sampah rumah tangga, karena bisa saja masih ada yang dapat digunakan dan didaur ulang.

"Selain karena berada di dataran rendah, banjir yang terjadi di sejumlah lokasi di Kota Sungailiat hari ini adalah karena adanya penyumbatan di saluran air. Bahkan ada ditemukan batang pisang dan sampah-sampah yang berukuran besar sehingga membuat selokan tersebut mampet," tegasnya.

Baca juga: Anak 6-11 Tahun Aman Disuntik Vaksin Covid-19, BPOM Sudah Beri Izin, IDAI Segera Bikin Rekomendasi

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk menebang pohon-pohon yang sekiranya sudah berumur tua dan tidak kokoh lagi.

"Sebagai antisipasi saja, takut ada angin besar dan pohon tersebut tumbang menimpa bangunan ataupun orang," ujarnya.

Selain itu, penebangan pohon yang sudah tua juga dilakukan untuk menata lahan sehingga bisa ditanami dengan bibit pohon yang masih baru.

"Kita ada tiga regu reaksi cepat yang biasanya piket bergantian untuk siaga. Namun, kalau memang dalam situasi darurat, kami akan turunkan ketiganya untuk siaga di lapangan," pungkasnya.

Tersapu Gelombang Air

Gerobak kaca milik rumah makan nasi padang Cahaya Minang yang terletak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat, Kabupaten Bangka, rusak cukup parah, usai disapu gelombang genangan air, di depan kawasan ini, Senin (1/11).

"Mobil-mobil yang lewat membuat gelombang air, yang menghantam etalase, sehingga jadi hancur," kata Agus (49), pengelola rumah makan tersebut.

Dari pantauan, terlihat salah satu etalase sudah dalam kondisi hancur dengan pecahan kaca yang sudah berserakan.

"Padahal (etalase-red) sudah saya ikat dengan tali, tapi tetap saja hancur karena enggak kuat nahan gelombang air," ucap Agus.

Baca juga: BERUBAH Lagi, Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat di Jawa-Bali Tak Perlu PCR Cukup Pakai Antigen

Diakuinya, lauk pauk yang baru saja matang juga habis tersapu oleh genangan air setinggi paha orang dewasa tersebut.

"Habis semua lauk pauk, ayam, dan segala macem, cuma sisa nasi dan tahu tempe. Kalau ditotal perkiraan kerugian sekitar Rp1,6 juta lah. Ini pun beberapa hari ke depan pasti belum bisa jualan dulu," tuturnya.

Ia mengakui kejadian ini merupakan yang kesekian kalinya.

"Kalau banjirnya memang sudah sering, tapi yang sampai ngerusakin barang-barang baru dua kali ini, dan ini yang paling parah," tambahnya.

Terlihat pula beberapa pegawai pemerintahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kabupaten Bangka turut datang ke lokasi untuk membantu membersihkan saluran air yang mampet di kawasan ini. (Bangka Pos/die/u2)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved