Breaking News:

Petani Bangka Kirim 30 Ton Semangka ke Belitung

Saat tanaman kelapa sawit masih berusia 1-3 tahun atau belum berbuah, bagi petani yang kreatif bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk tumpang sari.

Penulis: edwardi | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM - Tanaman kelapa sawit saat ini memang sedang menjadi primadona bagi para petani untuk terus dikembangkan. Apalagi harga TBS kelapa sawit saat ini terus melejit naik, sehingga sangat menggairahkan para petani untuk menanam dan merawat kebun sawitnya.

Namun saat tanaman kelapa sawit masih berusia muda 1-3 tahun atau belum berbuah, bagi para petani yang kreatif tetap bisa memanfaatkan lahan kebun di sela-sela tanaman kelapa sawit muda ini dengan menanam tanaman lain, seperti cabe, sayuran, semangka, nanas dan lainnya atau biasa disebut sistem tumpang sari.

Seperti yang dilakukan Wiwid, petani Desa Kimak Kecamatan Merawang sekitar 3 bulan lalu melakukan ujicoba menanam semangka di sela-sela lahan perkebunan kelapa sawit muda seluas 3/4 hektare di daerah Desa Kimak (perbatasan Dusun Bokor Desa Air Duren Pemali) milik warga lainnya.

"Alhamdulillah hari ini kita panen semangka tanpa biji lokal yang ditanam di sela-sela areal kebun kelapa sawit yang masih muda. Kita coba memanfaatkan lahan sela-sela kebun kelapa sawit muda ini dengan menanam semangka, perkiraan hasil panen sekitar 30 ton atau 30.000 kg," kata Wiwid didampingi Ketua Apkasindo Kabupaten Bangka, Jamaludin ditemui Bangkapos.com, Rabu (03/11/2021).

Menurutnya nanam semangka di sela-sela kebun kelapa sawit yang masih kecil sangat bagus.

"Saat kita menanam semangka ini dibutuhkan hampir 1 ton pupuk NPK nonsubsidi atau pupuk kualitas bagus hingga semangka dipanen, usai panen lahan bekas semangka ini masih mengandung bekas pupuk tanaman semangka sehingga sangat bagus untuk tanaman kelapa sawit, jadi kita tidak perlu lagi memupuk tanaman sawit cukup menyerap sisa-sisa pupuk bekas tanaman semangka ini," jelas Wiwid.

Diungkapkannya, hasil panen buah semangka ini akan dijual ke Pulau Belitung, dibawa pedagang menggunakan truk lewat kapal feri dari Pelabuhan Pangkal alam ke Belitung.

"Alhamdulillah harga buah semangka saat ini cukup bagus Rp5.000 per kg, semuanya hasil panen dijual ke Belitung. Karena itu kita mau secepatnya memanen buah ini agar bisa segera dibawa ke Belitung," kata Wiwid.

Dijelaskannya untuk menanam semangka ini lahannya harus pindah-pindah. Jadi lahan yang sudah dipanen ini jangan ditanami semangka dulu, harus pindah ke lahan lainnya, harus menunggu beberapa bulan lagi baru bisa ditanami kembali semangka disini.

"Rencananya usai panen ini akan pindah ke lahan kebun milik warga lainnya, yang tanaman kelapa sawitnya masih muda atau masih kecil," ujar Wiwid.

Wiwid mengungkapkannya selama pemeliharaan tanaman semangka ini menghabiskan sekitar 14-15 karung pupuk NPK nonsubsidi yang dibeli dengan harga Rp660.000 per karung.

"Memang sih pak harga pupuk nonsubsidi saat ini naik tinggi, sebelumnya kita membeli hanya sekitar Rp400 ribuan per karung, namun Alhamdulillah masih adalah keuntungan hasil panen ini, karena harga buah semangka agak lumayan," imbuh Wiwid.

Sebelumnya Wiwid juga menanam cabe, namun mengalami kerugian akibat harga cabe saat panen jatuh atau rendah.

"Saat saya nanam cabe kemarin mengalami kerugian, karena harga cabe turun," imbuh Wiwid .

(Bangkapos.com /Edwardi)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved