Senin, 25 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Deteksi Diabetes Sejak Dini, Fit Talk Bersama Dokter RS KIM

dr Enny Marziah (Spesialis Patologi Klinik) mengatakan, jumlah pasien diabetes semakin hari kian bertambah.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Widodo
Fit Talk bersama dr Enny Marziah dari RS KIM yang dipandu Host Rizky Wardianti, Rabu (3/11). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal.

Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah.

Dalam acara Fit Talk bersama Dokter Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (RS KIM), dr Enny Marziah (Spesialis Patologi Klinik) mengatakan, jumlah pasien diabetes semakin hari kian bertambah.

Menurutnya, ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Biasanya tipe 1 berhubungan dengan keturunan atau bawaan sejak lahir. Sementara tipe 2 karena pola atau gaya hidup yang kurang sehat.

Lalu ada diabetes gestasional, jenis ini yang terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil, walau tidak memiliki riwayat diabetes.

Baca juga: Belasan Tahun Menderita Diabetes, Apakah Masih Bisa Sembuh? Simak Resep dr Zaidul Akbar

Diabetes pada ibu hamil terjadi karena faktor hormonal yang mempengaruhi hormon insulin sehingga bisa menderita diabetes.

Dia menyebutkan kadar gula normal umumnya 70 sampai 99 bagi yang berpuasa, namun di dua jam setelah makan kadar normalnya 140 sampai 199.

"Kadar gula orang yang berpuasa apabila 126 itu sudah melebihi kadar normal, kemudian di dua jam setelah makan apabila angka diatas 200 itu juga melebihi kadar normal, lalu sewaktu atau periksa apabila angkanya 230 maka sudah dicurigai terkena diabetes mellitus," ungkapnya.

"Penderita diabetes mellitus ini didapati dengan keluhan banyak minum, kencing, makan kemudian penurunan berat badan dan terakhir gatal-gatal," katanya, Rabu (3/11).

Pemeriksaan dan diagnosis pasien diabetes bisa dilakukan di laboratorium.

Dia menyebutkan, diagnosa atau mengecek diabetes ini tidak bisa melalui urine. Meski hasilnya positif tetapi belum tentu terkena diabetes sehingga pengecekan urine bukan menjadi patokan.

Baca juga: dr Zaidul Akbar Jelaskan Solusi Penyakit Diabetes : Salah Satunya Puasa Daud

Sama halnya dengan mengecek gula darah menggunakan alat stik atau glukometer yang dilakukan ke jari tangan itupun tidak bisa. Glukometer itu hanya untuk monitoring.

"Stik alias glukometer tidak bisa mendiagnosa diabetes karena itu hanya untuk monitoring bagi orang yang sudah menderita diabetes," ucapnya.

Oleh karena itu ia menyarankan agar memeriksa dengan enzimatik atau cek ke laboratorium.

Diabetes rentan terjadi pada usia berapapun yang disebabkan pola makan, aktivitas kurang dan makanan yang mengandung lemak tinggi bisa memicu terjadinya diabetes. Disarankan mendeteksi dini lebih baik penyakit diabetes ini. (t4)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved