Breaking News:

Panen Nanas di Sela-sela Kebun Kelapa Sawit Menguntungkan Petani

Memanfaatkan lahan di sela-sela perkebunan kelapa sawit usia muda atau baru ditanam untuk diujicoba menanam nanas.

Penulis: edwardi | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengurus DPD Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kabupaten Bangka bersama DPW KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan panen perdana buah nanas yang ditanam sistem tumpang sari di sela-sela areal kebun kelapa sawit seluas 3 hektare di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kamis (04/11/2021).

Ketua KAHMI Babel dr Ahmad Huzaini SpOG mengatakan kegiatan penanaman nanas ini dilakukan sekitar 1,5 tahun lalu atau pada saat awal pandemi Covid-19 lalu.

"Waktu itu kita ingin mencari alternatif usaha bagi masyarakat bagaimana bisa membantu memulihkan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian ini," kata Huzaini.

Ditambahkannya, waktu timbul ide bersama pengurus Apkasindo Kabupaten Bangka bagaimana memanfaatkan lahan di sela-sela perkebunan kelapa sawit usia muda atau baru ditanam untuk diujicoba menanam nanas.

"Alhamdulillah ternyata berhasil, tanaman nanas bisa tumbuh subur dan tanaman kelapa sawit juga tumbuh subur secara bersamaan dan tidak terganggu, hal ini bisa kita lihat dari hasil panen perdana nanas ini," ujarnya.

Diakuinya, pengurus KAHMI memiliki link (jalur) pemasaran nanas ini ke Jakarta, karena itulah ingin membantu masyarakat petani agar tetap bisa melaksanakan dan meningkatkan ekonominya.

Sementara itu Ketua Apkasindo Kabupaten Bangka, Jamaludin mengatakan jumlah bibit nanas yang ditanam sebanyak 32.000 bibit, yang ditanam dalam 3 tahap di areal seluas 3 hektare sistem tumpang sari dengan kelapa sawit.

"Kita ingin mengajak dan memotivasi para petani kelapa sawit kalau areal sela-sela kebun kelapa sawit yang masih kecil ini bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lainnya, seperti nanas ini," kata Jamaludin.

Diungkapkannya, untuk panen perdana nanas ini dilakukan di areal penanaman tahap pertama, sedangkan untuk pemasaran nanas ini dijual ke Jakarta dan Belitung.

"Panen hari pertama sebanyak 4.000 buah nanas sudah kita kirimkan ke Jakarta dijual dengan harga Rp4.800 per buah, panen hari kedua sebanyak 1.600 buah dijual ke Belitung dan panen hari ketiga sebanyak 2.000 buah juga dijual ke Belitung dengan harga Rp2.900 per buah," ungkap Jamaludin.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved