Kamis, 9 April 2026

Berita Pangkalpinang

Ada Peran dari PCR dan Antigen, Pertumbuhan Ekonomi Babel Tertinggi Pertama se-Sumatera

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menepati urutan pertama se-Pulau Sumatera, pertumbuhan ekonomi tahunan tertinggi pada triwulan III 2021.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
(Tangkapan layar bangkapos.com).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami saat live streaming di kanal Youtube BPS Babel, Jumat (5/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menepati urutan pertama se-Pulau Sumatera, pertumbuhan ekonomi tahunan tertinggi pada triwulan III 2021.

Pasalnya, ekonomi Bangka Belitung triwulan III-2021 dibanding triwulan III-2020 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,11 persen.

Urutan kedua ditepati oleh Jambi tumbuh sebesar 5,91 persen dan ketiga Riau sebesar 4,10 persen.

"Pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 25,99 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 11,13 persen, dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,10 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami saat live streaming di kanal Youtube BPS Babel, Jumat (5/11/2021).

Dia menjelaskan lonjakan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terjadi pada triwulan III-2021 menyebabkan semakin maraknya rapid tes atau PCR yang dilakukan oleh  klinik  maupun  rumah sakit. 

"Selain  itu  jumlah  pasien  yang  memerlukan perawatan kesehatan juga mengalami peningkatan secara y-on-y. Hal tersebut membawa dampak bagi peningkatan kinerja lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial," jelasnya.

Selain itu, peningkatan pertumbuhan lapangan usaha Industri Pengolahan didorong oleh kinerja lapangan usaha industri logam dasar serta industri makanan dan minuman sebagai penyumbang terbesar kategori ini.

"Kenaikan harga  timah yang  cukup  signifikan dimanfaatkan  oleh  para  pelaku  usaha  sebagai peluang  besar  sehingga  mendorong  peningkatan  produksi  logam  timah  Provinsi  Kepulauan Bangka  Belitung. 

Demikian  juga  yang  terjadi  pada  industri  makanan  dan  minuman  yang ditopang  oleh  industri  minyak  kelapa  sawit  (CPO)  mengalami  kenaikan  kapasitas  produksi akibat dibukanya beberapa pabrik baru," jelasnya.

Serta kenaikan produksi pada lapangan usaha  Industri Pengolahan pada akhirnya juga ikut berdampak pada peningkatan kinerja  lapangan  usaha  Pengadaan  Listrik  dan  Gas  sebagai  lapangan  usaha  pendukungnya.

Pada triwulan III-2021 (y-on-y) Kepulauan Bangka Belitung menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Dari segi komponen pengeluaran penyumbang pertumbuhan terbesar adalah komponen ekspor dengan sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 29,52 persen.

Selain komponen ekspor, komponen penyumbang pertumbuhan terbesar kedua yakni komponen konsumsi rumah tangga dengan sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 1,99 persen.

Komponen pembentukan modal tetap bruto menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar ketiga dengan sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 0,86 persen," jelasnya.

Namun, secara q-to-q, pertumbuhan PDRB Babel triwulan III-2021 tumbuh sebesar 1,82 persen.

Pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha Jasa Pendidikan sebesar 11,59 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 6,93 persen, dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 6,24 persen.

"Bangka Belitung memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sumatera sebesar 2,32 persen," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved