Breaking News:

Lawan Covid19

Tak Sembarangan Masuk Indonesia, WNA Mesti Patuhi Aturan Ini

Aturan ketat diberlakukan untuk mencegah masuknya varfian baru Covid-19 yang saat ini sudah ditemukan di sejumlah negara luar negeri.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Riki Pratama
Aktivitas keberangkatan calon penumpang di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung pada Kamis (21/10/2021) siang terlihat ramai. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah membuat aturan ketat bagi pelaku perjalanan internaional yang hendak masuk ke Indonesia.

Satu di antara aturan tersebut mengenai bangka.tribunnews.com/tag/syarat-perjalanan' title='syarat perjalanan'>syarat perjalanan berupa kartu vaksin dan tes PCR.

Aturan ketat diberlakukan untuk mencegah masuknya varfian baru Covid-19 yang saat ini sudah ditemukan di sejumlah negara luar negeri.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan penerapan aturan pelaku perjalanan internasional merupakan upaya cegah tangkal varian baru ke Indonesia.

"Harus lebih ketat pada pelaku perjalanan luar negeri. Jadi itulah upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah varian-varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia," ujar Masdalina dalam diskusi FMB9 yang disiarkan virtual, Kamis (4/11/2021).

Terlebih kini sejumlah negara sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi seperti Singapura, Inggris, Rusia maupun sejumlah negara di Eropa.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Masuk Fase Relaksasi, Masyarakat Mesti Tahu Bagaimana Adaptasi Diri

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Menurun, Menkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Varian AY.4.2

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Ubah Aturan Syarat Perjalanan, Semula Wajib PCR Sekarang Cukup Antigen

Pemerintah diharapkan memperbanyak Whole Genome Sequencing yang dilakukan pada pelaku-pelaku perjalanan terutama dari negara-negara yang sedang terinfeksi berat.

"Kalau kita lihat Singapura, Inggris bagian besar Eropa termasuk Rusia itu merupakan wilayah-wilayah yang harus mendapatkan perhatian khusus," ungkap Masdalina.

Masdalina berharap upaya cegah tangkal ini dapat memutus rantai penyebaran varian baru virus corona termasuk AY.4.2.

"Bagaimana varian-varian baru ini tidak masuk antar negara maka yang harus dilakukan untuk menjaga pintu-pintu masuk kita dengan prosedur yang saat ini dilakukan yaitu 3 kali testing, satu kali tes di negara asal, kemudian dua kali entry dan exit di Indonesia, tetapi diantaranya ada masa karantina itu yang terpenting," jelasnya.

Diketahui, pemerintah memperbarui aturan karantina bagi pelaku perjalanan internasional.

Varian AY.4.2 yang disebut-sebut sebagai turuan varian Delta ini belum terdeteksi di Indonesia.

Menurutnya, baik varian Delta maupun Delta Plus memiliki reproduktif number yang lebih tinggi dibanding varian-varian lainnya antara 6 sampai dengan 8.

"Jadi salah satu kasus itu bisa menularkan ke 6 sampai 8 orang dan bisa menyebar dengan cepat," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved