Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Delapan Bulan Lebih Gencarkan Vaksinasi, Terbukti Turunkan Penularan Covid-19 di Bangka Belitung

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini fokus untuk melaksanakan program vaksinasi massal Covid-19

Penulis: nurhayati | Editor: nurhayati
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Warga saat menerima dosis vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Dokkes Polda Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini fokus untuk melaksanakan program vaksinasi massal Covid-19 hingga menjangkau setidaknya 80% (1.137.824 jiwa) dari total jumlah populasi penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diakui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bangka Belitung dr Bangun Cahyo Utomo, vaksin Covid-19 terbukti bermanfaat, aman, dan sehat karena sudah diuji secara klinis dan mendapatkan izin penggunaan dari lembaga resmi yaitu Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI serta dinyatakan kehalalan dan kesuciannya berdasarkan fatwa dan sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Oleh karena itu masyarakat tak perlu ragu karena vaksin ini telah teruji keamanan, mutu, serta khasiat dan kehalalannya," tegas Cahyo kepada Bangkapos.com, Senin (8/11/2021).

Menurutnya, selama delapan bulan lebih sudah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan dan akan terus dilakukan sepanjang tahun 2021 ini terbukti telah mewujudkan Herd Immunity atau kekebalan komunitas/kelompok dari serangan Covid-19, sekaligus terbukti mengurangi transmisi/penularan Covid-19, terutama menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona, serta melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi.

"Kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bulan kemarin trennya cenderung turun, namun dengan penambahan 10 orang yang terkonfirmasi Covid-19 hari ini dan 16 orang kemarin, mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus Corona masih terus terjadi, pandemi Covid-19 belum berakhir, dan faktanya wabah/virus ini ada di sekitar kita, menyebar dari dan kepada orang-orang terdekat kita,' ungkap Cahyo.

Dia menilai animo dan antusiasme masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk divaksin Covid-19 sangat tinggi.

Menurut Cahyo, seiring dengan progres yang sudah dicapai kian menegaskan kolaborasi antar stakeholder dan sinergi lintas sektor sangat besar arti dan dampaknya agar bisa lepas dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini.

"Bahwa meskipun vaksinasi Covid-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan protokol kesehatan. Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar Covid-19 dan fakta bahwa virus ini telah beradaptasi dan atau bermutasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbukti dengan ditemukannya varian baru Covid-19 yakni jenis Delta. Ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah ataupun panik, namun harus tetap awas, waspada dan juga peduli," ingat Cahyo.

Dia menyatakan, bahwa vaksinasi Covid-19, kemudian Protokol Kesehatan 6M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, serta Menghindari kerumunan dan makan bersama) serta 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan.

"Slogan 3M, 5M, dan kini 6M sudah terlalu sering diulang-ulang, maka kedewasaan dan rasa tanggung jawab menjaga kesehatan demi diri sendiri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita sudah sepatutnya menjadi kesadaran kita bersama," kata Cahyo.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved