Breaking News:

Dua Tersangka Pembunuh Pengantin Baru Diancam Hukuman Mati

M Rafly (21) dan Verry Handoko alias Apoy (30), tersangka pembunuh Ella Andini (24) sang pengantin baru ditemukan tewas di dalam kamar, terancam hukum

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- M Rafly (21) dan Verry Handoko alias Apoy (30), tersangka pembunuh Ella Andini (24) sang pengantin baru yang beberapa waktu lalu ditemukan tewas di dalam kamar, terancam hukum mati.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan (Basel), Dody P Purba, mewakili Kepala Kejari (Kajari) Basel, Mayasari, Senin (8/11/2021) siang.

Kata Dody, adapun pasal yang disangkakan terhadap tersangka M Rafly yang merupakan suami Ella Andini, Pasal Primer 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP.

Sedangkan, untuk Verry Handoko alias Apoy, diancam Pasal Primer 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 2 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 2 KUHP.

"Di mana Verry Handoko alias Apoy ini diduga sebagai orang yang menganjurkan tindak pidana kepada M Rafly," kata Dody.

Ancama untuk kedua tersangka ini paling maksimal hukum mati seumur hidup, hukuman penjara paling lama 20 tahun. "Artinya penyidik menyatakan pembunuhan berencana, dengan memasang pasal 340 KUHP. Yang mana di pasal tersebut ancaman maksimal hukum mati, seumur hidup dan penjara paling lama 20 tahun," jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, berkas perkara sudah dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, pada 26 Oktober 2021.

"Pada 26 Oktober 2021 kami telah menerima dua Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP), Kemudian pada 28 Oktober berkas kedua tersangka sudah dilimpahkan oleh penyidik ke kejaksaan Negeri bangka selatan dimana jaksa telah menerima berkasnya," ujarnya.

Namun lanjutnya, pada 3 November 2021 kemarim, Jaksa menerbitkan P18 yang artinya berkas belum lengkap. Sehingga saat ini perkara sedang dalam proses pratut yaitu proses pembuatan petunjuk yang dibuat jaksa kepada penyidik untuk melengkapi.

"Jaksa peneliti akan segera mungkin memberikan petunjuk ke penyidik untuk melengkapi berkas perkara, nanti setelah dari sana akan dilanjutkan proses penuntutan," jelasnya.

Saat ini pihaknya masih dilakukan penelitian berkas perkara tersebut. Secepatnya akan dikeluar rekomendasi pelengkap berkas tersebut, paling lama 14 hari setelah penerbit SPDP.(Bangkapos.com/Yuranda)

 
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved