Berita Pangkalpinang
PLN UIP Sumbagsel Bantu Alat Produksi ke SMKN 1 Kelapa
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kelapa, Kabupaten Bangka Barat memiliki banyak produk olahan dari buah belimbing wuluh, buah-buahan hingga ba
Penulis: Cici Nasya Nita |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kelapa, Kabupaten Bangka Barat memiliki banyak produk olahan dari buah belimbing wuluh, buah-buahan hingga bahan baku lainnya yang berpeluang menjadi ladang wirausaha para siswa.
Misalnya saja produk manisan belimbing wuluh menjadi andalan yang digencarkan, selain itu ada soft candy, si hitam kecut, si hitam manis, M bing, crisjang, bewjau dan sirup belimbing wuluh dan abon ayam ciap-ciap.
Produk-produk olahan ini bisa ditingkatkan produksinya, setelah SMK N 1 Kelapa menerima bantuan PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp100 juta ini diserahkan berupa alat produksi yakni food dehydrator, oven, juicer, frezer, socase, timbangan digital, vacuum frying, continue seller, penambah daya, alat uji kandungan vitamin, dan kemasan.
Sebelum ada bantuan, Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) belum memiliki alat-alat yang memadai.
Kepala Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Sihyanti mengapresiasi bantuan atas alat produksi dari PLN UIP Sumbagsel.
"Alhamdulilah tentu ini sangat membantu, kita memang tidak memiliki alat-alat produksi secanggih ini sebelumnya," ujar Sihyanti saat ditemui bangkapos.com, Senin (8/11/2021).
Dia mencontoh dalam produksi manisan belimbing wuluh, setelah adanya food dehydrator maka pengeringan membuat hasil produk menjadi lebih berkualitas.
"Yang jelas dimasa pengeringan manisan lebih cepat, dulu dengan rumah pengiring, sekarang sudah ada food dehydrator itu lebih cepat dan kualitas kering lebih baik," katanya.
Sejauh ini, produksi untuk manisan belimbing wuluh itu bisa 5-10 kg sekali produksi tergantung pasokan bahan baku.
"Ini termasuk buah musiman, kalau tidak musim kita juga fokus dengan produk olahan buah lainnya. Respon masyarakat mengenai produk kita cukup baik, tapi kita belum produksi skala besar," katanya.
Untuk produk-produk olahan mereka saat ini sudah mulai dipasarkan di area sekolah dan sekeliling wilayah sekolah.
Mereka bahkan sudah mengantongi surat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal dari MUI.
"Tapi kita masih terbatas dalam penjualan, baru sekitar sini, para siswa jualan titip di toko-toko dulu," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211108_pln.jpg)